Remaja Amerika dan Risiko Penggunaan Chatbot AI untuk Dukungan Emosional
Courtesy of TechCrunch

Remaja Amerika dan Risiko Penggunaan Chatbot AI untuk Dukungan Emosional

Memberikan pemahaman tentang bagaimana remaja Amerika menggunakan chatbot AI, termasuk manfaat dan risiko terutama terkait penggunaan untuk dukungan emosional dan dampaknya terhadap kesehatan mental.

25 Feb 2026, 22.52 WIB
199 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan AI di kalangan remaja meningkat, terutama untuk dukungan emosional dan percakapan santai.
  • Orang tua cenderung lebih mendukung penggunaan AI untuk tujuan pendidikan dibandingkan untuk interaksi sosial.
  • Terdapat kekhawatiran di kalangan profesional kesehatan mental mengenai potensi dampak negatif dari chatbot terhadap kesehatan mental remaja.
Amerika Serikat - Studi terbaru oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa chatbot AI semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja Amerika Serikat. Remaja menggunakan AI untuk mencari informasi dan membantu pekerjaan sekolah, namun ada juga yang memakai AI untuk bercakap-cakap dan bahkan mencari dukungan emosional.
Meskipun sebagian besar penggunaan AI diarahkan pada kebutuhan praktis, ada remaja yang memakai chatbot untuk menggantikan peran teman atau keluarga dalam berinteraksi sosial. Ini menimbulkan kekhawatiran dari para ahli kesehatan mental tentang potensi isolasi dan efek psikologis negatif yang dapat ditimbulkan.
Terdapat ketidaksesuaian pandangan antara remaja dan orang tua tentang penggunaan AI. Banyak remaja yang menggunakan teknologi ini namun orang tua tidak sepenuhnya menyadari atau menyetujui penggunaan chatbot untuk percakapan santai dan dukungan emosional.
Beberapa perusahaan pembuat chatbot mengambil langkah preventif seperti Character.AI yang membatasi penggunaan chatbot untuk usia di bawah 18 tahun, serta OpenAI yang menghentikan model GPT-4o yang sering digunakan untuk dukungan emosional, sebagai respons atas kasus-kasus serius yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Pandangan remaja tentang dampak AI di masa depan juga beragam, dengan sebagian menganggap AI akan membawa dampak positif dan lainnya mengkhawatirkan dampak negatif. Kontroversi dan perhatian terkait penggunaan AI sebagai alat dukungan emosional akan terus menjadi isu penting di masyarakat.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/25/about-12-of-u-s-teens-turn-to-ai-for-emotional-support-or-advice/

Analisis Ahli

Dr. Nick Haber
"Sistem AI bisa menyebabkan isolasi sosial dan membuat pengguna kehilangan keterikatan dengan dunia nyata, yang dapat berdampak buruk secara mental."

Analisis Kami

"Penggunaan AI sebagai pengganti interaksi sosial tradisional sangat berisiko dan berpotensi memperparah isolasi mental di kalangan remaja. Meski teknologi ini bermanfaat dalam pendidikan, perlindungan dan regulasi harus diperkuat agar anak-anak tidak tergantung secara emosional pada mesin yang tidak dirancang untuk peran tersebut."

Prediksi Kami

Penggunaan chatbot AI untuk dukungan emosional oleh remaja akan semakin diawasi ketat dan mungkin mengalami regulasi yang lebih ketat untuk mencegah dampak psikologis negatif di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan utama laporan yang diterbitkan oleh Pew Research Center?
A
Tujuan utama laporan tersebut adalah untuk mengeksplorasi bagaimana remaja Amerika menggunakan chatbot AI dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Q
Berapa persentase remaja di AS yang menggunakan AI untuk percakapan santai?
A
Enam belas persen remaja di AS melaporkan menggunakan AI untuk percakapan santai.
Q
Apa pendapat Dr. Nick Haber tentang penggunaan chatbot untuk dukungan emosional?
A
Dr. Nick Haber mengungkapkan kekhawatiran bahwa penggunaan chatbot dapat menyebabkan isolasi dan mengurangi keterhubungan dengan dunia nyata.
Q
Bagaimana orang tua memandang penggunaan AI oleh anak-anak mereka?
A
Sebagian besar orang tua merasa baik dengan penggunaan AI untuk mencari informasi tetapi kurang setuju jika digunakan untuk percakapan santai atau dukungan emosional.
Q
Apa yang dilakukan Character.AI sebagai respons terhadap kritik publik?
A
Character.AI menonaktifkan pengalaman chatbot untuk pengguna di bawah usia 18 tahun setelah menerima kritik dan tuntutan hukum terkait dengan bunuh diri remaja.