Penelitian Ungkap Gen dan Faktor Eksternal Pengaruhi Umur Panjang Manusia
Courtesy of CNBCIndonesia

Penelitian Ungkap Gen dan Faktor Eksternal Pengaruhi Umur Panjang Manusia

Menjelaskan bahwa umur panjang dipengaruhi sekitar 50% oleh genetik dan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti penyakit menular dan kecelakaan yang sebelumnya belum diperhitungkan secara rinci.

24 Feb 2026, 03.45 WIB
52 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Gen memiliki pengaruh signifikan terhadap umur panjang manusia.
  • Mortalitas ekstrinsik adalah faktor penting yang perlu diperhitungkan dalam studi harapan hidup.
  • Penelitian ini menggunakan pendekatan matematika untuk menganalisis faktor-faktor kematian pada kembar.
Jakarta, Indonesia - Para peneliti dari Institut Sains Weizmann menemukan bahwa sekitar 50% dari faktor umur panjang manusia dipengaruhi oleh gen. Namun, umur manusia tidak hanya dipengaruhi oleh gen saja, melainkan juga oleh banyak faktor lain seperti gaya hidup dan faktor kebetulan. Meskipun dua organisme identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang hampir sama, mereka dapat memiliki umur yang sangat berbeda.
Penelitian terbaru ini menyoroti sebuah konsep baru yaitu mortalitas ekstrinsik. Mortalitas ekstrinsik mengacu pada faktor-faktor kematian yang berasal dari luar tubuh, seperti kecelakaan, kekerasan, dan penyakit menular. Faktor-faktor ini belum diperhitungkan secara rinci dalam studi-studi sebelumnya yang hanya fokus pada faktor genetik murni.
Dalam penelitiannya, para ilmuwan menggunakan data dari orang kembar yang meninggal pada usia berbeda akibat kondisi alami atau penyakit menular. Angka mortalitas ekstrinsik ini ternyata jauh lebih tinggi pada era sebelum ditemukannya antibiotik, sehingga pengaruhnya pada umur panjang jauh lebih besar pada masa lalu dibanding saat ini.
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa gen memiliki dua tipe pengaruh pada umur panjang, yaitu gen yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta gen pelindung yang memungkinkan seseorang hidup lebih lama tanpa kondisi medis serius. Diperkirakan ratusan bahkan ribuan gen berkontribusi dalam menentukan usia panjang seseorang.
Studi ini membawa perubahan penting dalam bagaimana kita memahami umur panjang, yakni dengan menekankan perlunya memperhitungkan faktor eksternal bersama dengan faktor genetik. Hal ini dapat membuka peluang baru dalam mengembangkan cara-cara untuk memperpanjang umur harapan hidup manusia dengan lebih efektif.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223151318-37-713119/peneliti-israel-ungkap-50-umur-manusia-ditentukan-sejak-di-kandungan

Analisis Ahli

Ben Shenhar
"Usia panjang bukan hanya soal gen, tapi juga pengaruh lingkungan dan faktor kebetulan yang berperan besar."
Uri Alon
"Mortalitas ekstrinsik adalah faktor penting yang harus dimasukkan dalam studi umur panjang agar hasil penelitian lebih akurat."

Analisis Kami

"Penelitian ini mengubah paradigma lama yang hanya fokus pada genetik dalam studi umur panjang dengan menyoroti pentingnya faktor eksternal yang sebelumnya diabaikan. Hal ini membuka jalan bagi pendekatan multidisipliner untuk memahami dan meningkatkan kualitas hidup dengan memperhitungkan lingkungan dan gaya hidup secara sekaligus."

Prediksi Kami

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai peran gen dan faktor eksternal, kemungkinan akan muncul pengembangan terapi dan pendekatan pencegahan yang lebih efektif untuk memperpanjang umur harapan hidup manusia di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa temuan utama dari penelitian yang dilakukan oleh Institut Sains Weizmann?
A
Temuan utama penelitian adalah bahwa gen mempengaruhi umur panjang sekitar 50%.
Q
Bagaimana gen mempengaruhi umur panjang menurut penelitian ini?
A
Gen dapat mempengaruhi umur panjang dengan dua cara, yaitu menyebabkan cacat genetik yang memperpendek umur atau memberikan perlindungan terhadap penyakit.
Q
Apa yang dimaksud dengan mortalitas ekstrinsik?
A
Mortalitas ekstrinsik adalah faktor kematian yang berasal dari luar tubuh, seperti kecelakaan atau penyakit menular.
Q
Siapa Ben Shenhar dan perannya dalam penelitian ini?
A
Ben Shenhar adalah penulis utama dan mahasiswa doktoral di Institut Sains Weizmann yang menjelaskan hasil penelitian mengenai umur panjang.
Q
Mengapa penelitian sebelumnya tidak memperhitungkan mortalitas ekstrinsik?
A
Penelitian sebelumnya tidak memperhitungkan mortalitas ekstrinsik karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama.