AI summary
Genom Maria Branyas memiliki varian genetik yang berhubungan dengan umur panjang. Gaya hidup sehat dan aktif berkontribusi pada kesehatan jangka panjang. Telomere yang pendek dapat memberikan keuntungan dalam mencegah kanker. Ilmuwan di Spanyol meneliti Maria Branyas, salah satu orang tertua di dunia yang wafat pada usia 117 tahun, dengan harapan menemukan rahasia umur panjang manusia. Mereka menggunakan sampel darah, air liur, urine, dan feses yang diberikannya sebelum wafat.Dari penelitian ini ditemukan bahwa Branyas memiliki genom yang sangat muda dengan varian genetik langka terkait umur panjang serta kesehatan sistem kekebalan, jantung, dan otak. Sel-selnya berperilaku jauh lebih muda dari usianya yang sebenarnya.Branyas juga dikenal sehat secara kardiovaskular. Ia memiliki tingkat peradangan rendah dan kadar kolesterol baik yang tinggi, sementara kolesterol jahatnya rendah. Ini membuat kesehatannya sangat prima pada usia lanjut.Menariknya, telomere yang melindungi kromosom miliknya sangat pendek, namun ini dianggap sebagai keuntungan karena mungkin membantu mencegah perkembangan kanker. Selain genetika, gaya hidup aktif dan pola makan Mediterania yang sehat juga berperan penting.Meskipun riset ini hanya berdasar pada satu individu, hasilnya membuka kemungkinan untuk menemukan biomarker penuaan sehat dan strategi baru dalam memperpanjang usia manusia dengan kualitas hidup yang baik.
Penemuan mengenai genom muda pada individu sangat tua ini menguatkan pandangan bahwa faktor genetik dan gaya hidup aktif berperan besar dalam penuaan sehat. Namun, studi dari satu individu masih memerlukan konfirmasi lebih luas agar dapat diaplikasikan secara umum.