Rahasia Umur Panjang Maria Branyas: Genom Muda dan Gaya Hidup Sehat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
02 Okt 2025
278 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Genom Maria Branyas memiliki varian genetik yang berhubungan dengan umur panjang.
Gaya hidup sehat dan aktif berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.
Telomere yang pendek dapat memberikan keuntungan dalam mencegah kanker.
Ilmuwan di Spanyol meneliti Maria Branyas, salah satu orang tertua di dunia yang wafat pada usia 117 tahun, dengan harapan menemukan rahasia umur panjang manusia. Mereka menggunakan sampel darah, air liur, urine, dan feses yang diberikannya sebelum wafat.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa Branyas memiliki genom yang sangat muda dengan varian genetik langka terkait umur panjang serta kesehatan sistem kekebalan, jantung, dan otak. Sel-selnya berperilaku jauh lebih muda dari usianya yang sebenarnya.
Branyas juga dikenal sehat secara kardiovaskular. Ia memiliki tingkat peradangan rendah dan kadar kolesterol baik yang tinggi, sementara kolesterol jahatnya rendah. Ini membuat kesehatannya sangat prima pada usia lanjut.
Menariknya, telomere yang melindungi kromosom miliknya sangat pendek, namun ini dianggap sebagai keuntungan karena mungkin membantu mencegah perkembangan kanker. Selain genetika, gaya hidup aktif dan pola makan Mediterania yang sehat juga berperan penting.
Meskipun riset ini hanya berdasar pada satu individu, hasilnya membuka kemungkinan untuk menemukan biomarker penuaan sehat dan strategi baru dalam memperpanjang usia manusia dengan kualitas hidup yang baik.
Analisis Ahli
Eloy Santos-Pujol
Penelitian ini menunjukkan bahwa penuaan biologis bisa berbeda jauh dari usia kronologis dan membuka jalan bagi studi epigenetik untuk mengungkap mekanisme penuaan sehat.Aleix Noguera-Castells
Data memperlihatkan betapa pentingnya kombinasi genetika dan gaya hidup dalam mencapai umur panjang yang berkualitas tanpa gangguan kesehatan serius.


