
Courtesy of SCMP
Persaingan Chip AS-Taiwan Memanas, Trump Tuding Taiwan Curi Bisnis Chip
Menyampaikan ketegangan antara Amerika Serikat dan Taiwan terkait bisnis chip semikonduktor serta dampak keputusan pengadilan tentang tarif impor yang memengaruhi hubungan perdagangan dan industri chip global.
22 Feb 2026, 15.03 WIB
34 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Taiwan dianggap sebagai pesaing utama dalam industri chip yang sebelumnya dikuasai oleh AS.
- Investasi Taiwan di AS bertujuan untuk menghindari tarif dan memperkuat posisi mereka di pasar semikonduktor.
- Keputusan Mahkamah Agung mengenai tarif Trump dapat memiliki dampak signifikan terhadap hubungan perdagangan AS dan Taiwan.
Washington, Amerika Serikat - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkritik Taiwan karena menurutnya telah mengambil alih bisnis chip Amerika Serikat. Hal ini disampaikan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor yang diberlakukan Trump dengan alasan darurat nasional.
Trump mengatakan Taiwan telah menyingkirkan beberapa perusahaan chip AS termasuk Intel yang pernah menjadi yang terbesar di dunia. Di sisi lain, perusahaan Taiwan mulai membangun pabrik di beberapa negara bagian AS seperti Arizona dan Texas untuk menghindari tarif impor.
Sebelumnya, Taiwan berjanji akan menginvestasikan 500 miliar dolar AS di Amerika Serikat agar tarif impor yang dikenakan bisa turun dari 20% menjadi 15%. Namun, penolakan Mahkamah Agung atas tarif ini membuat hubungan dagang menjadi tegang.
Politisi Taiwan, Zhou Yonghong, menyebut keputusan Mahkamah Agung ini sebagai pukulan bagi Taiwan dan kebijakan ini justru menguntungkan China, yang merupakan rival besar Taiwan dan AS dalam industri teknologi.
Ketegangan ini mencerminkan persaingan sengit dalam industri chip global yang menjadi bagian penting dari teknologi masa depan. Ke depan, perusahaan Taiwan kemungkinan akan semakin memperkuat kehadirannya di Amerika Serikat agar bisa bersaing tanpa hambatan tarif.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3344246/trump-renews-attack-taiwans-chip-sector-after-us-supreme-court-tariff-ruling?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3344246/trump-renews-attack-taiwans-chip-sector-after-us-supreme-court-tariff-ruling?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Klaus Kuchel (Profesor Ekonomi dan Perdagangan Internasional)
"Keputusan Mahkamah Agung AS mencerminkan batas kekuasaan eksekutif dalam kebijakan tarif, dan hal ini akan memaksa AS mencari solusi yang lebih diplomatis dan strategis dalam mengamankan industri chip mereka tanpa merusak hubungan dagang yang penting."
Analisis Kami
"Trump tampaknya menggunakan retorika sengit untuk menutupi kegagalannya dalam mengamankan industri chip AS melalui kebijakan tarif, yang justru mendorong perusahaan Taiwan malah memperkuat efek globalisasi dengan ekspansi di AS. Di sisi lain, Taiwan berhasil memanfaatkan kebijakan ini untuk memperluas pengaruhnya di pasar AS meskipun hubungan bilateral mengalami ketegangan."
Prediksi Kami
Ketegangan perdagangan dan persaingan dalam industri chip kemungkinan akan berlanjut dengan lebih banyak perusahaan Taiwan memperkuat kehadiran mereka di AS, sementara kebijakan perdagangan dan tarif akan terus menjadi titik sensitif antara kedua negara.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikatakan Trump tentang Taiwan dan industri chip?A
Trump menuduh Taiwan mencuri bisnis chip dari AS dan mengungkapkan keprihatinannya di sebuah konferensi pers.Q
Mengapa Taiwan berinvestasi besar-besaran di AS?A
Taiwan berinvestasi di AS untuk menghindari tarif yang tinggi dan memperkuat posisi mereka di industri semikonduktor.Q
Apa dampak keputusan Mahkamah Agung terhadap tarif yang dikenakan Trump?A
Keputusan Mahkamah Agung membatalkan banyak tarif yang dikenakan Trump, yang dapat merugikan Taiwan dalam upayanya untuk mencapai kesepakatan tarif.Q
Apa yang dilakukan perusahaan Taiwan di AS terkait pabrik semikonduktor?A
Perusahaan Taiwan mendirikan pabrik di negara bagian seperti Arizona dan Texas untuk menghindari tarif impor yang tinggi.Q
Siapa yang diuntungkan dari keputusan tarif tersebut?A
Keputusan tarif tersebut bisa menguntungkan China dan merugikan Taiwan yang telah berusaha keras untuk mencapai kesepakatan.

