TSMC Investasi Rp 1.400 Triliun di AS, Trump Kritik untuk Lindungi Pasokan Chip
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Mar 2025
243 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TSMC berinvestasi besar-besaran di Amerika Serikat untuk memperkuat industri semikonduktor.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Taiwan sangat dipengaruhi oleh ancaman dari Beijing.
Investasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko pasokan semikonduktor di masa depan.
Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick mengkritik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) karena dianggap "memanfaatkan" Amerika. Mereka mengumumkan bahwa TSMC akan menginvestasikan setidaknya Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) untuk membangun fasilitas pembuatan semikonduktor canggih di Amerika Serikat. Trump menyebut investasi ini sebagai langkah besar dan mengatakan bahwa chip AI terkuat di dunia akan diproduksi di AS.
Trump juga menjelaskan bahwa investasi ini dapat membantu mengurangi dampak pada pasokan semikonduktor AS jika terjadi masalah dengan Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Meskipun investasi ini tidak dapat sepenuhnya mencegah bencana jika terjadi konflik, setidaknya akan memastikan bahwa sebagian besar industri semikonduktor tetap ada di Amerika.
Analisis Ahli
Jim McGregor (Teknologi dan Kebijakan Asia)
Investasi TSMC ke AS adalah strategi cerdas untuk mengamankan rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik, tetapi tanpa solusi diplomatik antara AS, Taiwan, dan China, risiko konflik tetap tinggi.
