TSMC Dituding Manfaatkan AS Namun Janjikan Investasi Rp 1.67 quadriliun (US$100 Miliar)
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Mar 2025
147 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TSMC berinvestasi besar-besaran di Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi semikonduktor.
Donald Trump menggunakan kritik terhadap perusahaan asing untuk mendorong investasi domestik.
Kepemimpinan C.C. Wei di TSMC berkontribusi pada inovasi dalam industri semikonduktor.
Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick mengkritik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) karena dianggap "memanfaatkan" Amerika. Mereka mengumumkan bahwa TSMC akan menginvestasikan setidaknya Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) untuk membangun fasilitas pembuatan semikonduktor canggih di Amerika. Trump menyatakan bahwa investasi ini adalah langkah besar dan akan membantu memproduksi chip AI terkuat di dunia di AS.
Trump juga berbicara tentang strateginya untuk menggunakan ancaman tarif untuk mendorong negara dan perusahaan berinvestasi di AS. Ia merasa bahwa Amerika telah "diambil keuntungan" selama bertahun-tahun dan berharap dengan investasi ini, perusahaan-perusahaan teknologi akan lebih memilih untuk membangun di dalam negeri daripada di luar negeri.
Analisis Ahli
Dr. John Lee (Analis Industri Semikonduktor)
Investasi TSMC di AS adalah sinyal kuat bahwa perusahaan global mulai memprioritaskan stabilitas geopolitik sekaligus memenuhi tuntutan pemerintahan lokal. Namun, resistensi dalam sektor manufaktur AS terhadap inovasi dan biaya tinggi tetap menjadi hambatan utama.Prof. Maria Chen (Ekonom Perdagangan Internasional)
Pemaksaan oleh ancaman tarif mungkin mendorong investasi, tapi bisa meningkatkan ketegangan dagang dan membatasi efisiensi pasar bebas, yang pada akhirnya merugikan konsumen dan bisnis.
