AI summary
TSMC berinvestasi besar-besaran di AS untuk menghindari tarif. Ancaman tarif dapat mempengaruhi keputusan perusahaan teknologi untuk memindahkan produksi. LG dan Samsung mungkin mengikuti langkah TSMC dalam memindahkan operasi mereka ke AS. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), perusahaan pembuat chip terbesar di dunia, mengumumkan akan menginvestasikan tambahan US$100 miliar di Amerika Serikat. Investasi ini termasuk pembangunan tiga pabrik chip, dua fasilitas pengemasan, dan pusat penelitian dan pengembangan di Arizona, yang diperkirakan akan menciptakan 20.000 hingga 25.000 lapangan kerja. Langkah ini diambil untuk menghindari tarif tinggi yang mungkin dikenakan pada impor chip ke AS, yang bisa mencapai 25-50 persen.Selain TSMC, perusahaan-perusahaan besar dari Asia seperti LG dan Samsung juga mempertimbangkan untuk memindahkan operasi mereka ke AS. Hal ini disebabkan oleh ancaman tarif dari pemerintah AS yang dapat mempengaruhi ekonomi negara-negara penghasil teknologi di Asia. Presiden Donald Trump berusaha untuk meningkatkan investasi di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor, terutama dari China.
Investasi besar TSMC adalah respons strategis yang masuk akal terhadap tekanan tarif, sekaligus memberikan dorongan besar bagi industri chip AS yang sempat tertinggal. Namun, kebijakan tarif ini berpotensi memicu ketegangan geopolitik dan memecah pasar teknologi global menjadi blok yang semakin terpisah.