AS Turunkan Tarif Taiwan, Dapat Janji Investasi 250 Miliar Dolar untuk Pabrik Chip
Bisnis
Ekonomi Makro
16 Jan 2026
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perjanjian tarif antara AS dan Taiwan menguntungkan kedua pihak dalam hal investasi chip.
Taiwan berkomitmen untuk investasi besar dalam kapasitas chip di AS untuk menghindari tarif tinggi.
Peran Donald Trump dan kebijakan tarifnya sangat berpengaruh terhadap hubungan perdagangan antara AS dan Taiwan.
Pemerintah Amerika Serikat menurunkan tarif impor produk Taiwan dari 20% menjadi 15% sebagai bagian dari kesepakatan besar. Sebagai imbal balik, perusahaan teknologi dari Taiwan berkomitmen untuk menginvestasikan 250 miliar dolar guna membangun dan mengembangkan fasilitas pembuatan chip di AS. Taiwan juga mendukung investasi tersebut dengan kredit setidaknya sebesar 250 miliar dolar.
Kesepakatan ini muncul di tengah ancaman dari Presiden Donald Trump yang pernah mengancam tarif 100% untuk chip yang tidak dibuat di AS. Pada sisi lain, AS telah mengenakan tarif 25% yang memengaruhi penjualan chip AI dari Nvidia dan AMD di China. Kesepakatan ini juga menyertakan kebijakan impor bagi perusahaan Taiwan yang membangun pabrik chip di AS dengan tarif khusus selama dan setelah masa konstruksi.
Selain itu, pemerintah AS juga akan menghapus tarif timbal balik terhadap obat generik, bahan obat, komponen pesawat, dan beberapa sumber daya alam tertentu. Kesepakatan ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memperkuat industri chip domestik dan memperdalam hubungan ekonomi dengan Taiwan agar dapat menekan pengaruh China di sektor teknologi.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), perusahaan chip terbesar di dunia, sudah berkomitmen untuk menginvestasikan setidaknya 100 miliar dolar dalam ekspansi produksi chip di AS. TSMC dikabarkan membeli lahan tambahan di Arizona untuk membangun enam fasilitas chip baru, menandakan adanya percepatan investasi teknologi Taiwan di AS.
Menurut pernyataan dari pejabat AS, kesepakatan ini juga berlandaskan kebutuhan untuk menjaga hubungan positif dengan Presiden Donald Trump. Hal ini menandakan bahwa politik dan keamanan turut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan terkait industri chip yang strategis ini.
Analisis Ahli
Dr. James Smith, pakar ekonomi teknologi
Kesepakatan ini strategis untuk mengamankan rantai pasok chip AS dan mengurangi risiko yang datang dari ketegangan geopolitik dengan China, sekaligus memberi peluang lapangan kerja besar di sektor teknologi domestik.
