
Courtesy of CNBCIndonesia
AI Akan Gantikan Banyak Pekerjaan Kantoran dalam 18 Bulan Mendatang
Memberikan wawasan kepada pembaca mengenai dampak dan potensi otomatisasi pekerjaan oleh AI, terutama dalam dunia kerja profesional, serta memperingatkan konsekuensi dan tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan.
21 Feb 2026, 17.30 WIB
63 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kecerdasan buatan diperkirakan akan mengubah secara signifikan pekerjaan kantoran dalam waktu dekat.
- Meskipun AI menawarkan efisiensi, hasil penggunaannya bisa bervariasi dan terkadang memperlambat proses kerja.
- Praktik 'AI washing' menunjukkan bahwa beberapa perusahaan mungkin menggunakan teknologi AI sebagai alasan untuk efisiensi biaya yang dapat berdampak pada pekerjaan.
Jakarta, Indonesia - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin pesat dan mulai mengubah cara kerja di berbagai sektor, khususnya di sektor perkantoran. Para ahli dan petinggi perusahaan teknologi memperingatkan bahwa AI berpotensi mengambil alih banyak pekerjaan profesional dalam waktu dekat.
Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, memprediksi sebagian besar pekerjaan kantoran seperti pengacara, akuntan, dan manajer proyek akan terotomatisasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja dan investor mengenai masa depan dunia kerja.
Penggunaan AI juga sudah mulai terjadi di sektor rekayasa perangkat lunak, dimana lebih dari seperempat kode di Microsoft sekarang dibuat dengan bantuan AI. Meskipun AI mampu membantu produktivitas, verifikasi manusia masih sangat dibutuhkan untuk menjamin kualitas dan keamanan hasil kerja AI.
Selain manfaat yang diberikan, muncul juga kekhawatiran terkait praktik 'AI washing' dimana perusahaan memanfaatkan narasi AI untuk melakukan pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran demi efisiensi biaya. Transformasi ini membawa tantangan sosial dan ekonomi yang harus diperhatikan bersama.
Masa depan dunia kerja kini tengah mengalami perubahan besar akibat kehadiran AI. Pertanyaan penting yang muncul bukan lagi apakah AI akan mengubah pasar kerja, tapi seberapa cepat dan besar dampak yang akan dirasakan oleh jutaan pekerja profesional di seluruh dunia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260221160314-37-712703/nasib-karyawan-kantoran-di-ambang-petaka-sisa-umurnya-segini
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260221160314-37-712703/nasib-karyawan-kantoran-di-ambang-petaka-sisa-umurnya-segini
Analisis Ahli
Mustafa Suleyman
"AI akan menggantikan sebagian besar tugas white collar dalam waktu singkat, mengubah drastis cara kerja di sektor profesional."
Dario Amodei
"AI bisa menghapus hingga 50% pekerjaan entry-level, menandakan perlunya kesiapan adaptasi tenaga kerja."
Sam Altman
"AI memiliki potensi menghancurkan kategori pekerjaan tertentu, menuntut respon cepat dari berbagai sektor."
Analisis Kami
"Perkembangan AI yang makin canggih memang membuka peluang luar biasa dalam efisiensi kerja, namun transformasi ini harus diiringi dengan regulasi ketat dan pelatihan ulang tenaga kerja agar tidak memicu kesenjangan sosial. Kualitas output AI yang belum sepenuhnya sempurna juga menunjukkan kebutuhan akan kolaborasi manusia dan mesin, bukan penggantian total."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, otomatisasi pekerjaan akibat AI akan semakin masif, khususnya di sektor profesional, dengan dampak signifikan terhadap pasar tenaga kerja dan munculnya kebijakan baru terkait manajemen sumber daya manusia.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diperkirakan oleh Mustafa Suleyman tentang otomatisasi pekerjaan kantoran?A
Mustafa Suleyman memperkirakan bahwa sebagian besar pekerjaan kantoran akan terotomatisasi dalam 12-18 bulan ke depan.Q
Apa dampak dari penggunaan AI di sektor rekayasa perangkat lunak?A
Di sektor rekayasa perangkat lunak, banyak programmer kini menggunakan AI-assisted coding yang mengubah peran engineer menjadi lebih strategis.Q
Apa yang dimaksud dengan 'AI washing'?A
'AI washing' adalah praktik perusahaan menggunakan narasi transformasi AI sebagai justifikasi untuk pemutusan hubungan kerja demi efisiensi biaya.Q
Mengapa beberapa penelitian menunjukkan hasil yang beragam terkait penggunaan AI?A
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak selalu meningkatkan produktivitas dan dapat memperlambat alur kerja karena proses pengecekan ulang yang diperlukan.Q
Apa yang menjadi tantangan dalam adopsi AI di dunia kerja?A
Tantangan dalam adopsi AI termasuk kualitas output yang belum sepenuhnya andal dan kebutuhan untuk verifikasi dari manusia.



