Inovasi Baru: Mengubah Limbah Baterai dan Lignin Jadi Bahan Baterai Natrium-ion
Courtesy of InterestingEngineering

Inovasi Baru: Mengubah Limbah Baterai dan Lignin Jadi Bahan Baterai Natrium-ion

Menciptakan metode berkelanjutan yang mengubah limbah baterai ponsel dan lignin industri menjadi bahan elektroda berperforma tinggi untuk baterai natrium-ion, guna menurunkan biaya produksi dan mendukung pengembangan teknologi energi bersih.

20 Feb 2026, 18.59 WIB
279 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Inovasi daur ulang baterai dapat mengurangi limbah elektronik dan memanfaatkan produk sampingan industri.
  • Baterai sodium-ion menawarkan solusi yang lebih murah dan berkelanjutan untuk penyimpanan energi.
  • Penggunaan metode sintesis hidrotermal dapat meningkatkan efisiensi material elektroda dalam baterai.
Shenyang, China - Para peneliti dari Shenyang Agricultural University di China telah mengembangkan metode baru yang mengubah limbah baterai ponsel bekas dan lignin industri menjadi bahan berkinerja tinggi untuk baterai natrium-ion. Metode ini menggunakan teknik hidrotermik untuk mengekstraksi logam kunci seperti nikel dan kobalt dari baterai lama dan menggabungkannya dengan karbon yang berasal dari lignin.
Lignin, yang merupakan produk sampingan besar dari industri kertas dan biofuel, memberikan lapisan karbon yang kuat yang meningkatkan konduktivitas listrik serta stabilitas elektroda. Sementara logam sulfida yang terkandung dalam bahan tersebut menyediakan situs reaksi penting untuk penyimpanan ion natrium dalam baterai.
Material hasil gabungan ini menunjukkan struktur yang unik sehingga memfasilitasi transportasi ion secara efisien dan menjaga integritas struktural dalam jangka panjang. Saat diuji sebagai anoda baterai natrium-ion, bahan ini mencapai kapasitas discharge awal lebih dari 1,000 mAh per gram dan tetap stabil bahkan di arus listrik tinggi.
Penemuan ini menawarkan solusi inovatif yang menggabungkan pengelolaan limbah elektronik dan valorisasi limbah industri dalam satu proses yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Dengan potensi ini, baterai natrium-ion bisa menjadi alternatif hemat dan ramah lingkungan untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi di grid listrik.
Meski hasil laboratorium sangat menggembirakan, masih diperlukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut agar metode ini dapat diskalakan secara massal. Jika berhasil, inovasi ini bisa mendorong adopsi teknologi baterai natrium-ion secara luas dan mendukung ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/battery-material-from-old-phone-batteries

Analisis Ahli

Dr. Maria Chen (Ahli Material Energi)
"Pendekatan menggabungkan material limbah menjadi bahan baterai menunjukkan potensi besar untuk mempercepat transisi energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya langka."
Prof. Liang Wu (Spesialis Elektroda Baterai)
"Struktur komposit yang stabil dan kapasitas yang tinggi adalah prestasi besar, tapi tantangan skalabilitas dan konsistensi produksi masih perlu diatasi agar dapat diterapkan secara luas."

Analisis Kami

"Inovasi ini sangat menjanjikan karena tidak hanya mengatasi masalah lingkungan dari limbah baterai dan lignin, tetapi juga meningkatkan performa baterai natrium-ion yang selama ini menjadi kendala teknis utama. Namun, keberhasilan komersialisasi akan bergantung pada efisiensi proses hidrotermik dan integrasi produksi massal yang ekonomis."

Prediksi Kami

Jika metode ini dapat diskalakan secara komersial, biaya produksi baterai natrium-ion kemungkinan akan turun signifikan, mempercepat adopsi luas teknologi penyimpanan energi yang ramah lingkungan dan memperkuat ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan oleh tim dari Universitas Pertanian Shenyang dengan limbah baterai?
A
Tim dari Universitas Pertanian Shenyang mengubah limbah baterai dan lignin menjadi material untuk baterai sodium-ion.
Q
Mengapa baterai sodium-ion dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan yang lain?
A
Baterai sodium-ion dianggap lebih ramah lingkungan karena sodium lebih melimpah dan murah dibandingkan lithium.
Q
Apa peran lignin dalam material elektroda yang baru ini?
A
Lignin berfungsi sebagai lapisan karbon yang meningkatkan konduktivitas listrik dan stabilitas elektroda.
Q
Apa yang dijanjikan oleh sintesis hidrotermal dalam proses daur ulang ini?
A
Sintesis hidrotermal memungkinkan ekstraksi logam penting dari baterai lama dan mengubahnya menjadi material fungsional.
Q
Di mana hasil penelitian ini dipublikasikan?
A
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal BiocharX.