Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Daur Ulang Baterai Pakai Energi Sendiri yang Ramah Lingkungan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
12 Okt 2025
105 dibaca
2 menit
Teknologi Daur Ulang Baterai Pakai Energi Sendiri yang Ramah Lingkungan

Rangkuman 15 Detik

Metode baru daur ulang baterai dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan.
Proses ini mampu memulihkan hingga 93% lithium dan 95% logam transisi dari baterai bekas.
Pendekatan ini lebih efisien dibandingkan dengan metode daur ulang tradisional seperti pirometalurgi dan hidrometalurgi.
Para peneliti telah menciptakan metode baru untuk mendaur ulang baterai lithium-ion dengan menggunakan energi yang tersimpan di dalam baterai itu sendiri. Metode ini memanfaatkan fenomena thermal runaway terkendali, di mana panas yang dihasilkan dari baterai digunakan untuk memecah bahan katoda, sehingga mengurangi kebutuhan energi eksternal dan bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan dalam proses daur ulang konvensional. Dengan mengisi ulang baterai hingga kapasitas tertentu, misalnya 70%, suhu internal baterai dapat mencapai sekitar 1.100°C. Suhu tinggi ini cukup untuk menguraikan bahan katoda yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah larut, mempercepat proses ekstraksi logam penting seperti lithium, nikel, kobalt, dan mangan. Setelah proses thermal dan pendinginan, sisa baterai hanya perlu digiling dan disaring untuk memisahkan komponen seperti foil tembaga dan aluminium. Kemudian, proses pencucian dilakukan dalam dua tahap, pertama menggunakan air untuk melarutkan garam lithium yang terbentuk, dan yang kedua menggunakan asam klorida encer untuk melarutkan logam-logam transisi lainnya. Hasilnya sangat memuaskan, dengan tingkat pemulihan lithium mencapai lebih dari 93% dan logam transisi hingga 95%. Selain itu, grafit yang tersisa setelah proses pencucian memiliki kontaminasi logam yang rendah, sehingga dapat digunakan kembali untuk membuat baterai baru. Pendekatan ini lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan metode pirometalurgi dan hidrometalurgi yang konvensional. Selain untuk baterai NMC, metode ini juga efektif untuk baterai dengan komposisi lain seperti LFP, dengan pemulihan lithium mencapai hampir 88% hanya dengan pencucian air saja. Proses ini telah dirancang dengan prosedur yang lengkap termasuk pengaturan mekanis, listrik, dan kontrol gas berbahaya selama operasi, sehingga memungkinkan proses daur ulang yang lebih aman dan efisien.

Analisis Ahli

Dr. Budi Santoso (Ahli Energi Terbarukan)
Penggunaan thermal runaway sebagai sumber energi internal merupakan terobosan efisien yang dapat mengurangi emisi karbon dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam daur ulang baterai.
Prof. Tri Wulandari (Spesialis Material Baterai)
Metode ini menjanjikan dari segi pemulihan logam jarang dan meningkatkan kualitas grafit yang bisa digunakan ulang, akan membantu mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru.