AI Jadi Alasan PHK, Tapi Dampaknya Terhadap Pekerjaan Baru Akan Muncul Nanti
Courtesy of CNBCIndonesia

AI Jadi Alasan PHK, Tapi Dampaknya Terhadap Pekerjaan Baru Akan Muncul Nanti

Mengungkap fakta bahwa AI sering dijadikan alasan oleh perusahaan untuk melakukan PHK dan menilai dampak sebenarnya AI terhadap dunia kerja di masa depan agar pembaca memahami konteks dan kemungkinan perubahan yang akan terjadi.

20 Feb 2026, 11.50 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perusahaan sering kali menyalahkan AI sebagai alasan untuk PHK yang seharusnya dilakukan.
  • Dampak AI terhadap pekerjaan dapat menciptakan jenis pekerjaan baru di masa depan.
  • AI washing menjadi isu penting di mana perusahaan melebih-lebihkan peran AI dalam kebijakan mereka.
Jakarta, Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin berkembang dan banyak perusahaan mulai menggunakan alasan AI ketika melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, menurut CEO OpenAI, Sam Altman, banyak perusahaan sebenarnya hanya menggunakan AI sebagai alasan untuk kebijakan internal yang sudah direncanakan, bukan karena AI benar-benar menggantikan pekerjaan.
Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, IBM, Salesforce, dan HP dikabarkan menyebut AI dalam pengumuman PHK mereka. Namun, tidak ditemukan bukti kuat bahwa mereka melakukan apa yang disebut sebagai 'AI washing', yaitu melebih-lebihkan peran AI agar alasan PHK tampak lebih diterima.
Sam Altman juga menjelaskan meski AI akan mengubah pekerjaan manusia, terutama menggantikan beberapa pekerjaan tertentu, AI juga akan membuka berbagai pekerjaan baru yang membutuhkan adaptasi dan kemampuan baru. Dampak ini diperkirakan baru akan terasa dalam beberapa tahun ke depan, bukan secara langsung saat ini.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menambahkan prediksinya bahwa AI dapat menghilangkan sekitar setengah dari pekerjaan kerah putih tingkat pemula dalam lima tahun ke depan. Sedangkan CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, mengatakan AI menyebabkan perlambatan dalam perekrutan untuk posisi junior berdasarkan bukti yang dilihatnya.
Dari berbagai pandangan ini, jelas bahwa meskipun AI membawa perubahan besar dalam dunia kerja, dampak riilnya akan bertahap dan memerlukan kesiapan adaptasi dari tenaga kerja agar tetap relevan dan dapat memanfaatkan peluang baru yang muncul.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220111302-37-712411/phk-di-mana-mana-perusahaan-disebut-sengaja-cari-alasan

Analisis Ahli

Sam Altman
"AI akan menggantikan beberapa pekerjaan tetapi juga menumbuhkan lapangan kerja baru dalam jangka menengah hingga panjang."
Dario Amodei
"AI berpotensi menghapus setengah pekerjaan kerah putih tingkat pemula dalam lima tahun ke depan."
Demis Hassabis
"AI menyebabkan perlambatan perekrutan peranan junior berdasarkan beberapa bukti nyata yang dilihat."

Analisis Kami

"Seringkali perusahaan menggunakan alasan tren teknologi untuk membenarkan keputusan yang mungkin memang sudah direncanakan sebelumnya karena efisiensi atau penghematan biaya. Namun, kehadiran AI secara nyata mengubah lanskap pekerjaan dan memaksa tenaga kerja untuk lebih adaptif terhadap perubahan teknologi yang cepat."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, kehadiran AI akan menggeser banyak posisi kerja pemula dan pekerjaan sederhana, namun juga akan menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan adaptasi dan keterampilan baru.