Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Investasi Besar AI Picu PHK Massal, Geoffrey Hinton Ungkap Alasannya

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
10 Nov 2025
52 dibaca
2 menit
Investasi Besar AI Picu PHK Massal, Geoffrey Hinton Ungkap Alasannya

Rangkuman 15 Detik

AI berpotensi menggantikan banyak pekerjaan manusia, yang dapat menyebabkan PHK massal.
Perusahaan besar berinvestasi dalam AI untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
Investasi dalam AI oleh perusahaan seperti OpenAI menunjukkan keyakinan bahwa teknologi ini akan menjadi sumber keuntungan di masa depan.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang dan menjadi fokus utama investasi perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, dan Meta. AI dianggap sebagai teknologi yang dapat menggantikan manusia dalam berbagai pekerjaan, sehingga banyak perusahaan berusaha mengembangkannya secara besar-besaran. Geoffrey Hinton, ilmuwan peraih Nobel yang dikenal sebagai pelopor AI, menyatakan bahwa investasi teknologi AI besar-besaran tidak akan menguntungkan tanpa adanya pengurangan jumlah pekerja manusia. Ia menegaskan bahwa penggantian manusia oleh AI adalah sumber pendapatan terbesar bagi perusahaan teknologi besar. OpenAI, pembuat ChatGPT, menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak berinvestasi di bidang AI dengan rencana investasi infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS. Meskipun saat ini teknologi AI masih sulit menghasilkan laba besar, OpenAI telah mencatatkan pendapatan sebesar 11,5 miliar dolar AS dalam tiga bulan terakhir. Sejak zaman dahulu, tenaga kerja manusia memegang peranan penting dalam perekonomian, tetapi dengan hadirnya AI, perusahaan tidak perlu lagi membayar upah pekerja. Hal ini menandakan bahwa tujuan utama pengembangan AI adalah membuat tenaga kerja manusia menjadi kurang diperlukan. Hinton menjelaskan bahwa AI bisa bermanfaat bagi kebaikan, tetapi siapa yang mendapatkan keuntungan dari AI sangat bergantung pada bagaimana masyarakat mengatur dan mengelola dampak teknologi ini ke depan.

Analisis Ahli

Geoffrey Hinton
Perusahaan besar berinvestasi besar-besaran di AI karena mereka mengantisipasi penggantian tenaga kerja manusia dengan AI sebagai sumber keuntungan utama.
Andrew Ng
AI memiliki potensi besar untuk transformasi industri, tetapi transisi tenaga kerja harus dikelola dengan hati-hati untuk mencegah ketimpangan sosial.