PHK Besar-Besaran Gara-Gara AI? Ternyata Ada Alasan Lain di Baliknya
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Okt 2025
266 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
PHK yang meningkat di berbagai sektor sering kali dikaitkan dengan adopsi AI.
Perusahaan mungkin menggunakan AI sebagai alasan untuk menghindari pengakuan atas kesalahan manajerial sebelumnya.
Pakar mengingatkan bahwa efisiensi yang dihasilkan oleh AI mungkin bukan satu-satunya penyebab PHK.
Beberapa perusahaan besar di seluruh dunia kabarnya kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK secara besar-besaran. Mereka mengaitkan alasan utama PHK ini dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang semakin luas dan menggantikan pekerjaan manusia.
Contohnya, perusahaan seperti Accenture, Lufthansa, Salesforce, Klarna, dan Duolingo menyatakan bahwa mereka memangkas jumlah karyawan karena AI sudah banyak mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Accenture bahkan memecat karyawan yang dianggap tidak berkembang dalam kemampuan AI.
Namun, menurut Fabian Stephany, seorang akademisi dari Oxford Internet Institute yang fokus pada AI, alasan sebenarnya di balik PHK ini tidak sesederhana yang dikatakan perusahaan. Ia menduga perusahaan lebih memakai AI sebagai alasan yang mudah diterima publik, sementara penyebab sebenarnya adalah perekrutan yang berlebihan saat pandemi dan kesalahan manajemen.
Stephany mencontohkan bahwa tindakan PHK ini adalah suatu bentuk pembersihan pasar dan perusahaan coba mencari kambing hitam daripada mengakui kesalahan strategi bisnis mereka selama beberapa tahun terakhir. Dengan kata lain, AI hanya jadi alasan publik untuk PHK yang sesungguhnya dipicu faktor lain.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa meskipun teknologi AI berkembang pesat, masyarakat harus menjaga kewaspadaan terhadap narasi resmi perusahaan. Karyawan juga perlu terus mengasah keterampilan dan beradaptasi agar tetap relevan di dunia kerja yang cepat berubah.
Analisis Ahli
Fabian Stephany
PHK yang dilakukan perusahaan lebih merupakan 'pembersihan pasar' dan alasan AI hanya digunakan sebagai narasi yang mudah diterima publik, mengalihkan perhatian dari kesalahan perhitungan manajemen di masa lalu.