Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Akselerator Mini untuk Ubah Limbah Nuklir Berbahaya Jadi Aman

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (9mo ago) physics-and-chemistry (9mo ago)
03 Jun 2025
191 dibaca
2 menit
Inovasi Akselerator Mini untuk Ubah Limbah Nuklir Berbahaya Jadi Aman

Rangkuman 15 Detik

Inovasi dalam teknologi akselerator dapat membantu mengatasi masalah limbah nuklir.
Penggunaan niobium-tin dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pendinginan.
Desentralisasi sistem pendinginan dapat mengurangi risiko kegagalan sistem secara keseluruhan.
Para peneliti di Amerika Serikat menerima dana USD 3,2 juta untuk mengembangkan akselerator partikel yang lebih kecil dan murah guna mengatasi limbah nuklir berbahaya. Limbah nuklir yang sudah ada sangat banyak dan berbahaya, sehingga diperlukan cara yang lebih efektif untuk mengolahnya agar lebih aman dan cepat terurai. Teknologi akselerator saat ini menggunakan kavitas besar dari bahan niobium murni yang mahal dan memerlukan pendinginan dingin dengan helium cair. Sistem ini juga memiliki risiko mati total jika sistem pendinginan utama mengalami kerusakan, yang bisa berdampak buruk bagi proses pengurangan limbah. Untuk mengatasi masalah itu, tim peneliti berfokus pada bahan baru bernama niobium-timah-tiga (Nb₃Sn) yang dapat dilapiskan tipis pada kavitas akselerator. Penggunaan bahan ini dapat membuat proses pendinginan lebih efisien dan memungkinkan penggunaan cryocooler kecil yang tersebar, sehingga mengurangi risiko kegagalan sistem secara keseluruhan. Inovasi ini berpotensi mengurangi ukuran akselerator menjadi hanya sepertiga atau seperlima ukuran saat ini, sehingga membuat perangkat menjadi lebih mudah dipasang dan biaya produksinya turun drastis. Dengan kemampuan akselerator yang terus stabil beroperasi minimal 95%, proses transmutasi limbah nuklir dapat berjalan aman dan lancar. Kolaborasi antara Argonne dan Fermilab sangat penting dalam pengembangan teknologi pendukung seperti coating Nb₃Sn dan sistem cryogenic. Proyek ini adalah bagian dari upaya AS untuk mengelola dan mendaur ulang limbah bahan bakar nuklir komersial secara ekonomi dan berkelanjutan dalam beberapa dekade mendatang.