Pengukuran Baru Juno Ungkap Jupiter Lebih Kecil dan Datarnya Dari Dugaan
Courtesy of LiveScience

Pengukuran Baru Juno Ungkap Jupiter Lebih Kecil dan Datarnya Dari Dugaan

Memperbaharui ukuran dan bentuk planet Jupiter dengan data baru untuk meningkatkan pemahaman tentang struktur internalnya dan membantu studi planet gas raksasa lainnya, termasuk di luar tata surya.

04 Feb 2026, 17.00 WIB
217 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengukuran baru menunjukkan bahwa Jupiter lebih kecil dan lebih datar dari yang diperkirakan.
  • Data dari Juno memperbaiki pemahaman kita tentang interior Jupiter dan gas raksasa lainnya.
  • Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana planet terbentuk dan berkembang di tata surya.
tidak disebutkan secara spesifik, namun penelitian dilakukan oleh ilmuwan di Weizmann Institute of Science, Israel - Jupiter, planet terbesar di tata surya, telah diukur ulang dengan data baru dari pesawat antariksa Juno. Para ilmuwan menyadari bahwa panjang dan bentuk planet ini sedikit lebih kecil dan lebih datar dari yang diperkirakan sebelumnya, mendobrak pengukuran klasik dari 50 tahun lalu yang berasal dari misi Voyager dan Pioneer.
Pesawat Juno telah mengumpulkan data radio selama bertahun-tahun sejak sampai di Jupiter pada 2016. Data ini memungkinkan para peneliti melacak perubahan sinyal radio saat melewati atmosfer Jupiter, termasuk dampak angin yang mengubah bentuk gas raksasa tersebut. Pendekatan ini lebih canggih dibandingkan metode sebelumnya dan mengukuhkan ukuran baru Jupiter.
Dengan metode ini, para ilmuwan menemukan bahwa radius Jupiter dari kutub ke pusatnya adalah sekitar 66.842 kilometer, atau 12 kilometer lebih kecil dari yang diperkirakan. Radius di ekuator juga berkurang sekitar 4 kilometer menjadi 71.488 kilometer, perubahan kecil namun penting dalam memahami planet ini secara detail.
Perubahan ukuran ini bukan sekadar statistik, namun berdampak terhadap model interior Jupiter. Model baru yang diperbaiki dapat lebih akurat mencocokkan data gravitasi dan atmosfer planet, sehingga dapat membantu memahami komposisi dan dinamika internal Jupiter dengan lebih baik.
Selain manfaat untuk Jupiter, penelitian ini memiliki implikasi besar untuk memahami planet gas raksasa lain baik di tata surya maupun di luar tata surya. Memahami planet pertama yang terbentuk ini membawa kita lebih dekat pada pemahaman proses pembentukan dan evolusi planet pada umumnya.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/planets/textbooks-will-need-to-be-updated-jupiter-is-smaller-and-flatter-than-we-thought-juno-spacecraft-reveals

Analisis Ahli

Yohai Kaspi
"Pengukuran yang lebih akurat ini memperbaiki model interior Jupiter dan memperkaya pemahaman evolusi planet gas raksasa."
Eli Galanti
"Pengurangan radius Jupiter beberapa kilometer memperkuat kesesuaian model dengan data gravitasi dan atmosfer sehingga prediksi planet menjadi lebih tepat."

Analisis Kami

"Pengukuran presisi yang diperoleh Juno ini sangat penting karena bahkan perbedaan kecil pada ukuran Jupiter berdampak besar pada model internal planet. Ini menunjukkan bahwa teknologi dan metode baru bisa terus merevolusi pemahaman kita tentang tata surya dan planet di luar sana."

Prediksi Kami

Perbaikan ukuran dan model Jupiter akan memicu kajian ulang pada planet gas raksasa lain serta memperbaiki interpretasi data planet ekstrasurya di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh penelitian terbaru tentang Jupiter?
A
Penelitian terbaru menemukan bahwa Jupiter sedikit lebih kecil dan lebih datar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Q
Apa yang digunakan Juno untuk mengukur ukuran Jupiter?
A
Juno menggunakan data radio untuk mengukur ukuran Jupiter.
Q
Mengapa pengukuran baru Jupiter penting untuk model interiornya?
A
Pengukuran baru penting karena memungkinkan model interior Jupiter lebih akurat sesuai dengan data gravitasi dan atmosfer.
Q
Siapa yang terlibat dalam penelitian ini?
A
Yohai Kaspi dan Eli Galanti adalah dua ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini.
Q
Di mana hasil penelitian ini dipublikasikan?
A
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy.