Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Suhu Bumi Diprediksi Melebihi Batas Aman, Dampak Perubahan Iklim Semakin Parah

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Nov 2025
256 dibaca
2 menit
Suhu Bumi Diprediksi Melebihi Batas Aman, Dampak Perubahan Iklim Semakin Parah

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan suhu global yang signifikan.
Gelombang panas dan bencana alam semakin sering terjadi di berbagai wilayah di dunia.
Upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim perlu dilakukan dengan serius, termasuk transisi ke energi terbarukan.
Suhu rata-rata di Bumi semakin meningkat, dan para ahli memperingatkan bahwa suhu ini akan melebihi batas aman yang telah disepakati pada konferensi iklim tahun 2015. Organisasi Meteorologi Dunia bahkan memprediksi bahwa antara tahun 2024 hingga 2028 kenaikan suhu ini akan terus berlangsung. Menurut catatan lembaga pengawas cuaca Uni Eropa, Copernicus, bulan Mei 2024 menjadi bulan terpanas sepanjang sejarah. Fenomena suhu panas ini terjadi selama 12 bulan berturut-turut dengan rekor suhu tertinggi yang terus dicapai. Laporan dari jurnal Earth System Science Data menunjukkan bahwa peningkatan suhu pada tahun 2023 lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan data dari Lembaga Kelautan dan Atmosfer Nasional AS yang menyebutkan bahwa kadar gas rumah kaca di atmosfer mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Dampak dari kenaikan suhu menyebabkan banyak bencana alam dan perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Beberapa negara seperti Filipina, India, dan Indonesia mengalami gelombang panas yang ekstrem, sehingga sekolah-sekolah ditutup dan banyak korban jiwa terjadi. Para ilmuwan mengingatkan bahwa apabila suhu Bumi terus meningkat melebihi 1,5 derajat Celcius, maka akan terjadi kerusakan besar seperti punahnya terumbu karang, melelehnya es di kutub, dan kehancuran banyak tanaman serta hewan. Oleh karena itu, penggunaan energi terbarukan dan pengurangan bahan bakar fosil harus segera digencarkan.

Analisis Ahli

James Hansen
Peningkatan suhu global yang melebihi ambang batas 1,5 derajat Celsius akan mengakibatkan perubahan iklim yang tidak dapat dikembalikan dan kehancuran ekosistem penting.
Valérie Masson-Delmotte
Data terbaru menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca harus segera dikendalikan agar bencana iklim tidak semakin memburuk dalam dekade mendatang.