
Courtesy of Forbes
Aurora Terlihat Kembali di 11 Negara Bagian AS, Ini Cara Melihatnya dengan Jelas
Memberikan informasi terbaru mengenai kemungkinan munculnya aurora di 11 negara bagian AS pada tanggal 27-28 Januari dan bagaimana pengamatan terbaik agar masyarakat dapat menikmati fenomena langit ini dengan jelas.
27 Jan 2026, 14.00 WIB
48 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Aurora dapat terlihat di banyak negara bagian AS ketika badai geomagnetik terjadi.
- NOAA memberikan prediksi dan informasi penting tentang aktivitas ruang angkasa.
- Kondisi penyinaran bulan dapat memengaruhi visibilitas aurora di langit malam.
Washington D.C., Amerika Serikat - Fenomena aurora atau cahaya utara kembali diperkirakan akan muncul di langit 11 negara bagian Amerika Serikat pada 27-28 Januari. Aurora terjadi akibat interaksi angin matahari dengan medan magnet Bumi, yang saat ini mengalami badai geomagnetik ringan tingkat G1. Meski aurora biasanya muncul di daerah kutub, kali ini aurora bisa terlihat dari wilayah dengan lintang yang lebih rendah dekat perbatasan Kanada.
Menurut NOAA, kondisi bulan yang hampir setengah penuh pada malam itu mungkin sedikit mengurangi kecerahan aurora yang dapat terlihat. Namun, para pengamat dapat memanfaatkan aplikasi khusus dan data real-time untuk memantau kemungkinan kemunculan aurora. Kejernihan langit dan minimnya polusi cahaya menjadi faktor penting untuk mengamati fenomena ini dengan jelas.
Aurora tidak selalu tampak jelas dengan mata telanjang, terutama selama badai geomagnetik ringan. Meski begitu, dengan teknik fotografi menggunakan ponsel yang sudah memiliki kemampuan mode malam dan stabilisasi, pengamat bisa mendokumentasikan warna-warni aurora yang indah. Avalanche pelajar dan masyarakat umum didorong untuk menemukan lokasi yang gelap menggunakan peta polusi cahaya untuk hasil terbaik.
Meskipun puncak aktivitas matahari telah tercapai pada akhir 2024, aktivitas kuat matahari masih diprediksi terjadi hingga tahun 2026. Ini berarti fenomena aurora bisa muncul secara sporadis dan spektakuler selama periode ini. Kondisi ini juga dipicu oleh angin matahari kecepatan tinggi yang melepaskan partikel bermuatan yang kemudian bertabrakan dengan atom di atmosfer Bumi.
Fenomena ini tidak hanya menarik untuk diamati tetapi juga menjadi pelajaran penting terkait cuaca antariksa yang dapat memengaruhi teknologi seperti satelit dan jaringan komunikasi. Para ahli juga memperhatikan data tentang arah medan magnet antarplanet, terutama komponen Bz yang menentukan kekuatan badai geomagnetik. Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan bisa merencanakan pengamatan aurora dengan lebih baik.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jamiecartereurope/2026/01/27/northern-lights-alert-10-states-could-see-aurora-tuesday-night/
[1] https://www.forbes.com/sites/jamiecartereurope/2026/01/27/northern-lights-alert-10-states-could-see-aurora-tuesday-night/
Analisis Ahli
Dr. Michelle Thompson (Astrophysicist)
"Aktivitas geomagnetik pada fase siklus matahari ini menandakan peluang penting untuk studi efek plasma matahari pada medan magnet Bumi, yang juga memengaruhi satelit dan komunikasi."
Prof. Alan Chen (Space Weather Specialist)
"Prediksi aurora semakin akurat dengan kemajuan pemantauan angin matahari dan model medan magnet, sehingga masyarakat dan operator teknologi dapat lebih siap terhadap gangguan geomagnetik."
Analisis Kami
"Fenomena aurora ini menunjukkan betapa dinamisnya interaksi antara aktivitas matahari dan medan magnet Bumi, yang tidak hanya menarik secara ilmiah tetapi juga memicu ketertarikan luas di masyarakat. Ke depan, perkembangan teknologi pengamatan berbasis smartphone dan aplikasi real-time akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengamati dan menikmati aurora, bahkan di wilayah yang tidak biasa terlihat aurora."
Prediksi Kami
Fenomena aurora terus muncul lebih sering dan lebih luas seiring dengan aktivitas matahari yang masih tinggi pada fase puncak dan penurunan siklus matahari, sehingga aurora yang spektakuler bisa terus dinikmati di berbagai wilayah dengan koordinasi pengamatan yang tepat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diprediksi NOAA mengenai aurora pada tanggal 27-28 Januari?A
NOAA memprediksi bahwa aurora dapat terlihat di 11 negara bagian AS selama badai geomagnetik G1 pada tanggal 27-28 Januari.Q
Apa yang menyebabkan terjadinya badai geomagnetik G1?A
Badai geomagnetik G1 disebabkan oleh interaksi angin solar yang turbulen dengan medan magnet Bumi.Q
Negara bagian mana saja yang dapat melihat aurora?A
Negara bagian yang dapat melihat aurora termasuk Alaska, Washington, Idaho, Montana, Wyoming, North Dakota, South Dakota, Minnesota, Wisconsin, Michigan, dan Maine.Q
Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan foto aurora yang baik?A
Untuk mendapatkan foto aurora yang baik, cari tempat gelap, gunakan mode malam pada kamera, dan stabilkan ponsel dengan tripod.Q
Mengapa aurora sering terlihat jauh dari kutub belakangan ini?A
Aurora sering terlihat jauh dari kutub karena aktivitas solar yang kuat dan badai geomagnetik ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.




