Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aurora Terlihat Kembali di 11 Negara Bagian AS, Ini Cara Melihatnya dengan Jelas

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
27 Jan 2026
251 dibaca
2 menit
Aurora Terlihat Kembali di 11 Negara Bagian AS, Ini Cara Melihatnya dengan Jelas

Rangkuman 15 Detik

Aurora dapat terlihat di banyak negara bagian AS ketika badai geomagnetik terjadi.
NOAA memberikan prediksi dan informasi penting tentang aktivitas ruang angkasa.
Kondisi penyinaran bulan dapat memengaruhi visibilitas aurora di langit malam.
Fenomena aurora atau cahaya utara kembali diperkirakan akan muncul di langit 11 negara bagian Amerika Serikat pada 27-28 Januari. Aurora terjadi akibat interaksi angin matahari dengan medan magnet Bumi, yang saat ini mengalami badai geomagnetik ringan tingkat G1. Meski aurora biasanya muncul di daerah kutub, kali ini aurora bisa terlihat dari wilayah dengan lintang yang lebih rendah dekat perbatasan Kanada. Menurut NOAA, kondisi bulan yang hampir setengah penuh pada malam itu mungkin sedikit mengurangi kecerahan aurora yang dapat terlihat. Namun, para pengamat dapat memanfaatkan aplikasi khusus dan data real-time untuk memantau kemungkinan kemunculan aurora. Kejernihan langit dan minimnya polusi cahaya menjadi faktor penting untuk mengamati fenomena ini dengan jelas. Aurora tidak selalu tampak jelas dengan mata telanjang, terutama selama badai geomagnetik ringan. Meski begitu, dengan teknik fotografi menggunakan ponsel yang sudah memiliki kemampuan mode malam dan stabilisasi, pengamat bisa mendokumentasikan warna-warni aurora yang indah. Avalanche pelajar dan masyarakat umum didorong untuk menemukan lokasi yang gelap menggunakan peta polusi cahaya untuk hasil terbaik. Meskipun puncak aktivitas matahari telah tercapai pada akhir 2024, aktivitas kuat matahari masih diprediksi terjadi hingga tahun 2026. Ini berarti fenomena aurora bisa muncul secara sporadis dan spektakuler selama periode ini. Kondisi ini juga dipicu oleh angin matahari kecepatan tinggi yang melepaskan partikel bermuatan yang kemudian bertabrakan dengan atom di atmosfer Bumi. Fenomena ini tidak hanya menarik untuk diamati tetapi juga menjadi pelajaran penting terkait cuaca antariksa yang dapat memengaruhi teknologi seperti satelit dan jaringan komunikasi. Para ahli juga memperhatikan data tentang arah medan magnet antarplanet, terutama komponen Bz yang menentukan kekuatan badai geomagnetik. Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan bisa merencanakan pengamatan aurora dengan lebih baik.

Analisis Ahli

Dr. Michelle Thompson (Astrophysicist)
Aktivitas geomagnetik pada fase siklus matahari ini menandakan peluang penting untuk studi efek plasma matahari pada medan magnet Bumi, yang juga memengaruhi satelit dan komunikasi.
Prof. Alan Chen (Space Weather Specialist)
Prediksi aurora semakin akurat dengan kemajuan pemantauan angin matahari dan model medan magnet, sehingga masyarakat dan operator teknologi dapat lebih siap terhadap gangguan geomagnetik.