Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peluang Melihat Aurora Borealis di AS Malam Ini dengan Ponsel Anda

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
19 Jan 2026
196 dibaca
2 menit
Peluang Melihat Aurora Borealis di AS Malam Ini dengan Ponsel Anda

Rangkuman 15 Detik

Aurora Borealis dapat terlihat di banyak negara bagian AS pada saat aktivitas geomagnetik tinggi.
Fotografi Aurora bisa dilakukan dengan ponsel modern jika menggunakan mode yang tepat dan kondisi yang baik.
CME dari matahari memiliki dampak besar pada aktivitas geomagnetik di Bumi dan dapat menyebabkan tampilan cahaya yang spektakuler.
Pada tanggal 19 hingga 20 Januari, diperkirakan akan terjadi badai geomagnetik kuat di Bumi akibat lontaran massa korona besar dari matahari. Loncatan partikel bermuatan ini berasal dari semburan flare matahari kuat kelas X1.9 yang terekam pada 18 Januari, dengan ejection awan plasma yang mengarah langsung ke Bumi. Kondisi ini memicu peningkatan aktivitas aurora borealis atau cahaya utara yang biasanya terlihat di wilayah dekat kutub utara. Malam tersebut bertepatan dengan fase bulan baru, yang berarti langit akan sangat gelap dan memberi peluang terbaik untuk melihat aurora. Peristiwa ini berpotensi terlihat hingga ke 22 negara bagian di Amerika Serikat, termasuk negara-negara bagian yang berada di lintang menengah seperti Oregon, Illinois, dan Pennsylvania. Namun, daerah yang berada di utara seperti Alaska dan bagian utara negara bagian seperti Washington dan Minnesota akan memiliki peluang terbaik. Aurora dapat muncul sebagai cahaya samar atau busur berwarna yang paling baik dilihat dari arah utara. Karena seringkali aurora tersebut terlihat lemah bagi mata telanjang, mengambil foto dengan ponsel yang memiliki mode malam atau mode pro dapat sangat membantu. Stabilkan ponsel menggunakan tripod atau permukaan yang kokoh agar hasil foto lebih jelas dan berwarna. Prakiraan cuaca ruang angkasa sulit untuk dipastikan secara tepat karena bergantung pada kecepatan angin matahari dan komponen medan magnet antarplanet Bz yang berubah-ubah. Arah Bz yang menunjuk ke selatan memungkinkan partikel lebih banyak memasuki magnetosfer bumi dan memicu aurora lebih kuat. Oleh karena itu, pemantauan real-time melalui situs dan aplikasi seperti NOAA, SpaceWeatherLive, atau Aurora Now sangat direkomendasikan. Para ahli mengatakan bahwa karena matahari baru saja menuju puncak aktivitasnya, fenomena aurora kuat seperti ini bisa terjadi di masa yang akan datang hingga tahun 2026. Ini menjadi peluang langka dan menarik bagi masyarakat luas untuk menikmati dan mengabadikan keindahan alam yang menakjubkan tersebut, asalkan langit cerah dan minim polusi cahaya.

Analisis Ahli

Dr. Karen Aplin
Fenomena geomagnetik akibat CME sangat kompleks dan pengaruhnya terhadap aurora bergantung pada interaksi Bz magnetik yang dapat berubah secara cepat, sehingga pemantauan real-time sangat penting untuk prediksi yang akurat.