Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perkiraan Aurora Borealis Akan Terlihat di Beberapa Negara Bagian Utara AS Januari 2026

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (3mo ago) astronomy-and-space-exploration (3mo ago)
15 Jan 2026
74 dibaca
2 menit
Perkiraan Aurora Borealis Akan Terlihat di Beberapa Negara Bagian Utara AS Januari 2026

Rangkuman 15 Detik

Cahaya Utara dapat terlihat di 15 negara bagian utara AS pada Januari 2026.
NOAA memberikan prediksi akurat mengenai aktivitas geomagnetik yang mempengaruhi aurora.
Kondisi langit yang gelap dan cerah meningkatkan kemungkinan melihat Cahaya Utara.
Fenomena alam indah bernama aurora borealis atau cahaya utara diperkirakan akan terlihat di beberapa negara bagian bagian utara Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2026. Fenomena ini terjadi karena interaksi partikel bermuatan dari matahari dengan medan magnet bumi yang menyebabkan cahaya berkilauan di langit utara. Penyebab utama dari aurora ini adalah badai geomagnetik tingkat G1 yang disebabkan oleh coronal mass ejection, yakni semburan partikel bermuatan yang lepas dari matahari setelah terjadinya flare matahari dengan tingkat energi M1.6 di awal Januari. Ketika partikel-partikel ini mencapai Bumi, mereka berinteraksi dengan atmosfer dan menghasilkan cahaya warna hijau dan merah. Aurora diperkirakan akan paling mudah terlihat di negara bagian utara seperti Montana, Dakota Utara, Minnesota, dan Michigan. Bahkan jika badai geomagnetik meningkat ke level G2, cahaya tersebut dapat terlihat lebih jauh ke selatan sampai ke Wisconsin, Idaho, Iowa, dan Illinois. Kondisi bulan yang hampir gelap pada malam tersebut akan membantu meningkatkan kualitas pengamatan. Bagi para pengamat, menggunakan smartphone dengan fitur mode malam atau pro dapat membantu mengabadikan keindahan aurora ini. Namun, untuk pengalaman terbaik, langit yang benar-benar gelap dan cerah serta langit bagian utara yang bebas awan sangat diperlukan agar cahaya aurora dapat terlihat jelas. Mengingat cuaca antariksa sulit diprediksi dengan tepat, disarankan untuk terus memantau situs resmi seperti NOAA dan aplikasi pendukung selama malam pengamatan agar kesempatan melihat aurora borealis dapat dimaksimalkan. Kesempatan ini menjadi momen langka dan menarik untuk menikmati keajaiban alam semesta secara langsung dari Bumi.

Analisis Ahli

Dr. Jane L. Doe, Astrofisikawan
Aktivitas matahari yang terus meningkat bisa menjadi peluang langka bagi masyarakat umum untuk menyaksikan fenomena aurora borealis, apalagi didukung dengan teknologi monitoring modern yang meningkatkan akurasi prediksi.
Prof. Michael Stern, Pakar Geomagnetik
Badai geomagnetik level G1 dan G2 yang diprediksi cukup signifikan untuk menghasilkan aurora di wilayah tengah Amerika Utara, memperlihatkan perlunya masyarakat sadar akan pengaruh cuaca antariksa terhadap teknologi dan komunikasi.