Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Cahaya Utara Terlihat di Amerika Serikat, Berikut Cara Memotret Pakai Ponsel

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
20 Jan 2026
78 dibaca
2 menit
Fenomena Cahaya Utara Terlihat di Amerika Serikat, Berikut Cara Memotret Pakai Ponsel

Rangkuman 15 Detik

Cahaya Utara dapat terlihat di beberapa negara bagian AS selama badai geomagnetik.
NOAA memberikan prakiraan yang penting untuk pemantauan aktivitas luar angkasa.
Fotografi Cahaya Utara dengan ponsel dapat dilakukan dengan teknik yang tepat meskipun aurora mungkin tampak samar di mata telanjang.
Pada malam tanggal 20 hingga 21 Januari 2026, sebagian wilayah utara Amerika Serikat diperkirakan akan disinggahi fenomena alam bernama Cahaya Utara atau aurora borealis. Fenomena ini terjadi akibat adanya badai geomagnetik yang menjadi efek samping dari lontaran partikel bermuatan dari matahari, yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME). Meskipun badai geomagnetik yang akan terjadi tergolong sedang, dengan kekuatan antara level G1 hingga G3, aurora tetap bisa terlihat dengan jelas terutama di wilayah dekat lingkaran Arktik dan beberapa bagian tengah negara Amerika, termasuk negara bagian yang secara geografis lebih rendah dari biasanya. Para pengamat aurora disarankan untuk mencari lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya agar fenomena ini bisa disaksikan dengan lebih jelas. Teknologi ponsel modern juga sudah sangat mendukung untuk memotret aurora, khususnya jika kamera dioperasikan dengan mode malam atau pro dan menggunakan tripod agar gambar lebih stabil. Fenomena aurora ini merupakan hasil dari interaksi kompleks antara aliran partikel dari matahari dengan medan magnet Bumi, yang dapat menimbulkan cahaya warna-warni di atmosfer. Walaupun puncak aktivitas matahari telah terlewati, efeknya masih akan terus menghasilkan aurora selama beberapa bulan mendatang. Informasi lebih lanjut dan prakiraan realtime aurora bisa dimonitor melalui situs dan aplikasi yang menyediakan update visual dan data angin matahari, sehingga penggemar astronomi dan warga umum bisa merencanakan pengamatan dengan lebih akurat dan maksimal.

Analisis Ahli

Dr. Sarah Thompson (ahli fisika antariksa)
Aktivitas geomagnetik yang terjadi akibat CME memberikan kesempatan langka untuk mempelajari interaksi kompleks antara medan magnet Bumi dan angin matahari secara real-time, terutama bermanfaat dalam memprediksi dampak lingkungan ruang angkasa ke teknologi di Bumi.
Prof. James Lee (ahli klimatologi ruang angkasa)
Meskipun intensitas aurora menurun dibandingkan badai sebelumnya, kejadian moderat ini tetap penting sebagai indikator variabilitas siklus matahari dan harus terus dipantau untuk memahami implikasinya terhadap iklim dan teknologi modern.