
Courtesy of Forbes
Ketika Pasangan Hanya Mengakui Emosi Tanpa Menanggapi: Bahaya Tersembunyi Dalam Hubungan
Memberikan pemahaman tentang fenomena 'emotionally left on read' dalam hubungan, mengapa hal ini berbahaya secara psikologis, dan bagaimana memfokuskan pada responsivitas perilaku dapat mengubah pola tersebut agar hubungan lebih sehat dan memuaskan.
26 Jan 2026, 20.30 WIB
60 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Validasi emosional harus diikuti dengan perubahan perilaku untuk menghasilkan kepuasan dalam hubungan.
- Kualitas komunikasi mencerminkan keadaan emosional dalam hubungan, bukan sebaliknya.
- Dinamika 'ditinggalkan secara emosional' dapat menyebabkan stres psikologis yang berkepanjangan dan perasaan tidak berdaya.
Dalam hubungan, terkadang seseorang merasa bahwa perasaannya sudah didengar oleh pasangan, namun tidak mendapatkan respon yang berarti. Kondisi ini disebut sebagai 'emotionally left on read'. Ini bukan tentang pengabaian kasar, melainkan pengakuan tanpa tindak lanjut, sehingga menyebabkan kebingungan emosional.
Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa responsivitas pasangan bukan hanya soal kata-kata yang diucapkan, melainkan harus tercermin dalam perubahan perilaku dan cara hubungan berjalan. Jika tidak ada perubahan setelah pengungkapan emosional, maka pengertian itu hanya menjadi percakapan tanpa arti.
Penelitian tahun 2021 menambahkan bahwa kualitas komunikasi yang baik saat ini biasanya hanya mencerminkan kepuasan hubungan saat itu. Jadi komunikasi bukan alat untuk memperbaiki, tapi cermin dari keadaan hubungan. Oleh karena itu, meski komunikasi terlihat baik, hubungan bisa saja tetap tidak berubah.
Percakapan yang menghadirkan kehangatan dan kedekatan sementara ternyata bisa berfungsi sebagai pelepas tekanan emosional, tanpa adanya perubahan jangka panjang. Ini menyebabkan seseorang tetap terperangkap dalam pola hubungan yang menyakitkan walau terdapat momen-momen kehangatan di dalamnya.
Situasi ini menciptakan ketegangan dan kecemasan karena tidak ada kejelasan dalam hubungan tentang dampak dari ungkapan perilaku. Orang merasa tidak berdaya karena emosinya diakui tapi tak pernah direspon dengan hal-hal yang membangun perubahan berarti, yang pada akhirnya membuat hubungan sulit maju.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2026/01/26/3-signs-youre-being-emotionally-left-on-read-by-a-psychologist/
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2026/01/26/3-signs-youre-being-emotionally-left-on-read-by-a-psychologist/
Analisis Ahli
Dr. John Gottman
"Tanpa tindak lanjut perilaku yang konsisten, bahkan komunikasi yang hangat sekalipun tidak akan memperbaiki pola hubungan yang sudah disfungsional."
Dr. Sue Johnson
"Perasaan dimengerti harus diterjemahkan ke dalam perubahan nyata agar keamanan emosional dalam hubungan benar-benar terjaga."
Analisis Kami
"Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya integrasi perubahan nyata setelah komunikasi emosional, bukan sekadar pengakuan di permukaan. Tanpa komitmen perilaku yang nyata, hubungan bisa terjebak dalam siklus stagnasi penuh frustrasi, yang kerap disalahartikan sebagai komunikasi yang cukup."
Prediksi Kami
Jika pola 'emotionally left on read' ini dibiarkan berlanjut, banyak pasangan akan mengalami penurunan kepercayaan emosional yang serius sehingga berisiko menyebabkan putus hubungan atau ketidakbahagiaan jangka panjang.





