Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspadai Kebiasaan Berbahaya yang Merusak Hubungan Jangka Panjang

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
16 Jan 2026
300 dibaca
2 menit
Waspadai Kebiasaan Berbahaya yang Merusak Hubungan Jangka Panjang

AI summary

Emosi yang diabaikan dapat merusak kepercayaan dan kedekatan dalam hubungan.
Penghindaran konflik tidak selalu berarti hubungan yang sehat; komunikasi terbuka diperlukan.
Intimasi berperan penting dalam kesejahteraan mental dan kepuasan hubungan jangka panjang.
Dalam hubungan jangka panjang, pasangan sering menormalkan berbagai ketegangan dan pengabaian emosional sebagai bagian dari kenyamanan dan rutinitas yang sudah terbentuk. Mereka percaya bahwa hilangnya perhatian emosional dan rasa ingin tahu tentang satu sama lain adalah hal yang wajar, padahal ini sebenarnya melemahkan ikatan emosional yang penting.Rasa kesal dan frustrasi yang tidak diungkapkan sering dianggap sebagai tanda kedewasaan, padahal menekan emosi tersebut dapat meningkatkan stres dan menjauhkan pasangan secara emosional. Emosi yang tertahan juga cenderung membelokkan persepsi, membuat pasangan salah memahami tindakan satu sama lain.Menghindari percakapan penting seperti masalah keintiman, keuangan, dan kebutuhan emosional sering diasumsikan sebagai jalan damai. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menghindari pembicaraan sulit ini justru menurunkan kepercayaan dan membuat hubungan semakin rapuh karena ketidakjujuran yang terselubung.Seiring waktu, banyak pasangan berubah menjadi sekadar mitra logistik atau rekan hidup tanpa keintiman emosional dan fisik yang berarti. Padahal keintiman yang terjaga sangat penting untuk mengatur stres, membangun ikatan, dan menjaga kesehatan mental yang baik dalam hubungan jangka panjang.Normalisasi kebiasaan buruk dalam hubungan panjang tidak menunjukkan kesehatannya, melainkan sebuah adaptasi terhadap ketidakpuasan yang dirasakan. Untuk membangun hubungan yang sehat dan memuaskan, pasangan harus selalu terbuka untuk bernegosiasi ulang dan bersikap fleksibel dalam menghadapi tantangan bersama.

Experts Analysis

John Gottman
Sering melewatkan permintaan kecil untuk koneksi emosional dalam kehidupan sehari-hari secara signifikan meningkatkan ketidakpuasan dalam hubungan dan memperbesar risiko keretakan.
Editorial Note
Sebagai ahli dalam psikologi hubungan, saya percaya bahwa banyak pasangan terlalu cepat menerima kebiasaan yang merugikan sebagai bagian dari 'normalnya' hubungan jangka panjang. Mengabaikan kebutuhan emosional sebenarnya mencegah hubungan berkembang dan menciptakan ruang untuk masalah yang lebih besar di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.