Mengapa Kita Harus Kurangi Daging Merah untuk Kesehatan dan Keadilan Sosial
Courtesy of Forbes

Mengapa Kita Harus Kurangi Daging Merah untuk Kesehatan dan Keadilan Sosial

Mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan sumber protein yang lebih sehat dan terjangkau demi kesehatan dan keadilan sosial.

23 Jan 2026, 07.00 WIB
37 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Konsumsi daging merah harus dikurangi dan diganti dengan sumber protein yang lebih sehat.
  • Pendidikan nutrisi dan akses ke makanan sehat penting untuk meningkatkan kesetaraan kesehatan.
  • Kebijakan publik harus mendukung pilihan makanan yang lebih terjangkau dan sehat untuk semua komunitas.
Amerika Serikat - Isu daging merah menjadi perdebatan karena panduan diet terbaru menganjurkan protein lebih banyak dengan fokus pada daging merah, sementara juga mengingatkan pembatasan lemak jenuh yang terkandung di dalamnya. Ini membingungkan masyarakat karena daging merah adalah sumber protein dan lemak jenuh. Sementara itu, banyak penelitian menunjukkan konsumsi daging merah yang berlebihan berisiko bagi kesehatan.
Sejumlah studi besar, termasuk meta-analisis dengan lebih dari enam juta orang, membuktikan bahwa konsumsi daging merah dan olahan yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Organisasi Kesehatan seperti American Heart Association menyarankan masyarakat mengutamakan protein dari sumber nabati, seafood, dan daging tanpa lemak serta membatasi produk hewani berlemak guna mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Selain masalah kesehatan, harga daging merah telah naik lebih dari 50% sejak sebelum pandemi, sehingga menjadi beban ekonomi yang berat bagi banyak keluarga, terutama yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan ketidakadilan kesehatan karena masyarakat miskin menghadapi pilihan makanan tidak sehat yang lebih murah namun berisiko tinggi.
Sebagai solusi, masyarakat dianjurkan mengganti daging merah dengan sumber protein berkualitas lain yang terjangkau seperti kacang-kacangan, telur, unggas, ikan kalengan, tahu, dan kacang-kacangan. Langkah ini tidak hanya mendukung kesehatan yang lebih baik tapi juga mengurangi tekanan finansial banyak rumah tangga.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pendekatan yang bijaksana harus mendorong kebijakan dan program yang memberikan akses lebih baik untuk pilihan protein sehat, seperti standar makanan sekolah dan subsidi bahan makanan. Mengurangi konsumsi daging merah adalah langkah penting menuju sistem pangan yang lebih adil dan kesempatan yang lebih baik bagi semua orang untuk hidup sehat.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/bernadettebodenalbala/2026/01/22/cutting-back-on-red-meat-is-good-for-health--equity/

Analisis Ahli

Dr. Walter Willett
"Bukti konsisten menunjukkan konsumsi daging merah berlebihan meningkatkan risiko penyakit kronis; fokus harus pada pola makan berbasis tanaman."
Dr. Marion Nestle
"Pendekatan kebijakan harus memastikan akses luas ke makanan sehat agar pengurangan konsumsi daging merah efektif dan adil secara sosial."

Analisis Kami

"Kebingungan yang muncul dari panduan diet yang kontradiktif benar-benar mencerminkan perlunya edukasi gizi yang lebih jelas dan berbasis bukti. Mengutamakan protein dari sumber nabati dan hewani yang lebih sehat bukan hanya menyelamatkan hidup tapi juga mengurangi beban ekonomi bagi keluarga kurang mampu."

Prediksi Kami

Jika konsumsi daging merah tidak dikurangi dan pilihan protein sehat tidak dibuat lebih terjangkau, risiko penyakit kronis akan meningkat dan ketimpangan kesehatan akan semakin melebar terutama pada kelompok berpenghasilan rendah.