TLDR
Amerika Serikat memimpin inisiatif untuk memblokir peralatan telekomunikasi dari perusahaan China. Uni Eropa sedang merencanakan untuk mengurangi ketergantungan pada peralatan buatan China demi keamanan siber. Beberapa negara Eropa menunjukkan resistensi terhadap kebijakan pemblokiran yang diusulkan. Amerika Serikat telah memblokir penggunaan alat telekomunikasi dari Huawei dan ZTE sejak tahun 2022. AS juga mengajak negara-negara Eropa untuk melakukan hal yang sama demi menjaga keamanan jaringan telekomunikasi mereka.Kini, Uni Eropa dilaporkan sedang mempersiapkan aturan yang akan membatasi penggunaan peralatan dari vendor-vendor China tersebut. Aturan ini bertujuan mengurangi risiko keamanan di sektor infrastruktur kritis seperti jaringan telekomunikasi dan energi terbarukan.Beberapa negara besar Eropa, seperti Spanyol dan Jerman, awalnya menolak kebijakan ini. Namun, proposal keamanan siber yang akan dirilis kemungkinan besar mewajibkan semua anggota Uni Eropa untuk melakukan pemblokiran perangkat berisiko dari China.Pemerintah Uni Eropa juga mempertimbangkan faktor biaya dan ketersediaan pemasok alternatif dalam proses penghapusan alat-alat China dari jaringan kritis. Ini berarti langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.Selain itu, Huawei disebutkan tengah mengevaluasi kelanjutan pabrik barunya di Prancis Selatan karena sikap keras dari pemerintah Eropa dan perlambatan peluncuran jaringan 5G di kawasan tersebut.