
Courtesy of CNBCIndonesia
Uni Eropa Bersiap Blokir Peralatan Huawei dan ZTE Demi Keamanan Infrastruktur
Menginformasikan bahwa Uni Eropa sedang bergerak untuk membatasi dan menghilangkan penggunaan peralatan telekomunikasi dari Huawei dan ZTE dalam infrastruktur kritis sebagai respons terhadap risiko keamanan dan pengaruh geopolitik China.
20 Jan 2026, 20.55 WIB
110 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Amerika Serikat memimpin inisiatif untuk memblokir peralatan telekomunikasi dari perusahaan China.
- Uni Eropa sedang merencanakan untuk mengurangi ketergantungan pada peralatan buatan China demi keamanan siber.
- Beberapa negara Eropa menunjukkan resistensi terhadap kebijakan pemblokiran yang diusulkan.
Brussels, Belgia - Amerika Serikat telah memblokir penggunaan alat telekomunikasi dari Huawei dan ZTE sejak tahun 2022. AS juga mengajak negara-negara Eropa untuk melakukan hal yang sama demi menjaga keamanan jaringan telekomunikasi mereka.
Kini, Uni Eropa dilaporkan sedang mempersiapkan aturan yang akan membatasi penggunaan peralatan dari vendor-vendor China tersebut. Aturan ini bertujuan mengurangi risiko keamanan di sektor infrastruktur kritis seperti jaringan telekomunikasi dan energi terbarukan.
Beberapa negara besar Eropa, seperti Spanyol dan Jerman, awalnya menolak kebijakan ini. Namun, proposal keamanan siber yang akan dirilis kemungkinan besar mewajibkan semua anggota Uni Eropa untuk melakukan pemblokiran perangkat berisiko dari China.
Pemerintah Uni Eropa juga mempertimbangkan faktor biaya dan ketersediaan pemasok alternatif dalam proses penghapusan alat-alat China dari jaringan kritis. Ini berarti langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.
Selain itu, Huawei disebutkan tengah mengevaluasi kelanjutan pabrik barunya di Prancis Selatan karena sikap keras dari pemerintah Eropa dan perlambatan peluncuran jaringan 5G di kawasan tersebut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260120170636-37-703810/seruan-boikot-china-menggila-taktik-amerika-berhasil
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260120170636-37-703810/seruan-boikot-china-menggila-taktik-amerika-berhasil
Analisis Ahli
Dr. Andrianto Syahputra (Ahli Keamanan Siber)
"Kebijakan ini sangat penting untuk melindungi infrastruktur kritis dari potensi spionase dan serangan siber yang berasal dari perangkat dengan backdoor yang tidak terdeteksi. Namun, Uni Eropa harus memastikan transisi berjalan lancar agar tidak mengganggu layanan publik."
Prof. Maria Antonella (Pengamat Kebijakan Telekomunikasi Eropa)
"Penghapusan vendor China bisa menjadi tantangan besar karena ketergantungan harga dan teknologi mereka yang kompetitif, sehingga pengembangan alternatif dari vendor lokal harus dipercepat."
Analisis Kami
"Langkah Uni Eropa ini merupakan respons strategis yang penting mengingat ketegangan geopolitik dan risiko keamanan siber yang semakin meningkat dari teknologi China. Namun, hal ini juga berpotensi memperlambat inovasi dan peluncuran 5G di beberapa wilayah karena ketergantungan pada pemasok alternatif yang masih terbatas."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, Uni Eropa kemungkinan akan menerapkan aturan yang mewajibkan penghapusan perlahan peralatan Huawei dan ZTE dari jaringan kritis mereka, yang dapat mempercepat pengembangan alternatif lokal atau dari negara lain.




