Taiwan Blokir Ekspor Teknologi untuk Huawei dan SMIC Demi Keamanan Nasional
Teknologi
Keamanan Siber
16 Jun 2025
15 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Taiwan telah menambah daftar kontrol ekspor yang mencakup Huawei dan SMIC.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya global untuk membatasi akses teknologi bagi perusahaan-perusahaan China.
TSMC berperan penting dalam industri semikonduktor dan terpengaruh oleh kebijakan ekspor yang ketat.
Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan kini Taiwan, sedang melakukan pembatasan terhadap perusahaan teknologi asal China. Taiwan memasukkan dua perusahaan besar China, Huawei dan SMIC, ke dalam daftar kontrol ekspor strategis mulai Juni 2025. Ini berarti perusahaan Taiwan harus meminta izin dulu sebelum mengekspor produk ke keduanya.
Langkah ini dilakukan oleh Taiwan dengan alasan keamanan nasional dan pencegahan proliferasi senjata. Bahkan, selain Huawei dan SMIC, ada ratusan entitas dari berbagai negara yang juga masuk daftar hitam Taiwan. Termasuk negara seperti China, Rusia, Iran, dan juga organisasi seperti Taliban dan Al Qaeda.
Taiwan adalah tempat berdirinya TSMC, perusahaan pembuat chip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama chip untuk teknologi AI. Amerika Serikat sejak lama sudah memblokir Huawei dari mendapatkan teknologi dan chip dari AS maupun chip asing berbasis teknologi AS, termasuk dari TSMC.
Tahun lalu, Departemen Perdagangan AS melarang TSMC mengekspor jenis chip dengan desain 7 nanometer atau lebih canggih ke konsumen mereka di China. Chip jenis ini biasanya digunakan sebagai akselerator AI dan unit pemrosesan grafis. Larangan ini dipicu karena ditemukan chip TSMC di prosesor AI Huawei yang melanggar sanksi AS.
Pemerintah Taiwan mengimbau produsen untuk menaati regulasi ekspor, melakukan verifikasi, dan menilai risiko transaksi secara hati-hati. Langkah-langkah ini menambah tekanan internasional pada industri teknologi China yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan di bidang chip dan AI.


