Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Cemas Eropa Tinggalkan Starlink untuk Satelit China, Pilih Jalan Sulit

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (11mo ago) astronomy-and-space-exploration (11mo ago)
16 Apr 2025
296 dibaca
1 menit
AS Cemas Eropa Tinggalkan Starlink untuk Satelit China, Pilih Jalan Sulit

Rangkuman 15 Detik

Starlink menghadapi persaingan dari layanan internet satelit baru dari China dan Eropa.
Elon Musk dan pernyataannya dapat mempengaruhi keputusan negara-negara Eropa terkait penggunaan Starlink.
Hubungan antara AS dan Eropa semakin rumit terkait isu teknologi dan geopolitik.
Amerika Serikat mulai khawatir karena negara-negara Eropa mulai meninggalkan layanan Starlink milik Elon Musk dan melirik layanan serupa buatan China dan Eropa. Brendan Carr dari Komisi Komunikasi Federal AS menyatakan bahwa Eropa seharusnya lebih khawatir dengan kebangkitan Partai Komunis China daripada Starlink. Starlink saat ini mengoperasikan jaringan internet global dengan 7.135 satelit di orbit Bumi rendah. Beberapa pemerintah dan perusahaan Eropa telah menyetop negosiasi penggunaan Starlink setelah Elon Musk menyatakan bahwa Ukraina bakal runtuh jika ia menyetop akses Starlink di negara tersebut. Alternatif Starlink di Eropa termasuk layanan dari perusahaan Prancis, Eutelsat, dan layanan dari China, Spacesail. Carr juga mengklaim bahwa tindakan Eropa yang menyelidiki raksasa teknologi AS adalah tindakan bias terhadap AS dan merupakan aksi proteksionisme dan anti-Amerika.

Analisis Ahli

Elon Musk
Sebagai inovator teknologi, Musk fokus memperluas jaringan internet global, meski terkadang kontroversial, strategi ini mendorong kemajuan teknologi ruang angkasa dan komunikasi.
Brendan Carr
Menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dominasi China di bidang teknologi satelit dan AI, serta mendorong aliansi yang lebih kuat antara AS dan sekutu Eropa.