Metode Baru Produksi Hidrogen Ramah Lingkungan dari Biomassa dan Listrik Terbarukan
Courtesy of Forbes

Metode Baru Produksi Hidrogen Ramah Lingkungan dari Biomassa dan Listrik Terbarukan

Mengembangkan metode produksi hidrogen yang lebih hemat energi dan rendah karbon dengan memanfaatkan elektroda aldehida yang berasal dari biomassa, agar produksi hidrogen dapat lebih terintegrasi dan berkelanjutan terutama di lokasi yang memiliki akses ke listrik terbarukan dan bahan aldehida.

21 Jan 2026, 05.45 WIB
141 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Produksi hidrogen dapat dioptimalkan dengan menggunakan sumber daya biomassa dan aliran aldehida.
  • Pendekatan baru ini menjanjikan efisiensi dan dekarbonisasi yang lebih baik untuk produksi hidrogen.
  • Hidrogen dapat diproduksi dalam sistem yang terintegrasi, bukan hanya di fasilitas terpusat.
Montreal, Kanada - Permintaan untuk hidrogen sebagai sumber energi bersih terus meningkat di seluruh dunia, namun sebagian besar hidrogen masih diproduksi menggunakan bahan bakar fosil tanpa teknologi penangkapan karbon, yang menyebabkan emisi gas rumah kaca. Penggunaan hidrogen saat ini lebih banyak didorong oleh kebutuhan industri daripada penggunaan energi konsumen biasa.
Hidrogen abu-abu, yang dihasilkan melalui proses steam methane reforming dari gas alam, menjadi metode produksi paling umum saat ini karena biayanya yang murah, meskipun menghasilkan banyak emisi CO2. Sebaliknya, produksi hidrogen hijau melalui elektrolisis air tidak menghasilkan emisi, tapi memerlukan energi listrik dalam jumlah besar dan masih mahal.
Peneliti di McGill University mencoba metode baru dengan menggunakan senyawa organik hidroksimetilfurfural (HMF) yang berasal dari limbah biomassa untuk meningkatkan efisiensi produksi hidrogen melalui elektrolisis. Pendekatan ini memungkinkan produksi hidrogen dilakukan di lokasi terintegrasi yang dekat dengan sumber listrik terbarukan dan bahan aldehida biomassa, membuka ceruk pasar baru.
Metode ini tidak hanya menghasilkan hidrogen tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah biomassa dan listrik terbarukan, mengurangi kebutuhan energi dan ketergantungan pada oksigenasi yang intensif energi. Hal ini menggeser model hidrogen dari hanya sekadar energi menjadi model hibrid kimia-energi yang menguntungkan secara lingkungan dan ekonomi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian durabilitas yang lebih lama dengan kondisi umpan yang lebih realistis agar teknologi ini bisa diterapkan dalam industri. Jika berhasil, inovasi ini dapat menurunkan intensitas karbon dan energi dalam produksi hidrogen serta melengkapi teknologi hijau lain di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jenniferkitepowell/2026/01/20/these-researchers-are-creating-hydrogen-from-waste/

Analisis Ahli

Hamed Heidarpour
"Aldehyde-assisted electrolysis offers a new pathway to decarbonize hydrogen by improving energy efficiency and integrating with existing biomass streams, potentially reshaping hydrogen production beyond conventional models."
Ali Seifitokaldani
"This methodology can complement green hydrogen technologies by creating site-specific, integrated hydrogen production systems, leveraging renewable energy and waste valorization."

Analisis Kami

"Pendekatan ini sangat menarik karena menyasar kelemahan signifikan dalam produksi hidrogen hijau saat ini, yaitu efisiensi energi yang rendah dan kebutuhan listrik terbarukan yang besar. Jika berhasil diimplementasikan, teknologi ini bisa membuka pasar baru yang menggabungkan produksi kimia dan energi secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi limbah biomassa."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, produksi hidrogen yang menggunakan metode aldehida-assisted electrolysis dapat menjadi solusi spesifik di industri tertentu, mengurangi ketergantungan pada hydrogen berbasis fosil dan mempercepat transisi ke energi bersih secara bertahap.