Material Berlapis Inovatif Peningkat Produksi Hidrogen Hijau untuk Transportasi
Sains
Iklim dan Lingkungan
24 Jun 2025
107 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Hidrogen hijau memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan bakar fosil dalam transportasi berat.
Penelitian di Universitas Linköping menunjukkan kemajuan signifikan dalam efisiensi produksi hidrogen dari air menggunakan cahaya matahari.
Mencapai efisiensi 10% dalam proses pemisahan air dapat menjadi titik balik bagi ekonomi hidrogen.
Saat ini dunia tengah berupaya mengurangi polusi dari sektor transportasi dengan mencari sumber energi yang lebih bersih. Hidrogen muncul sebagai solusi khususnya untuk kendaraan berat seperti truk, kapal, dan pesawat yang baterai listriknya tidak memadai. Memproduksi hidrogen ramah lingkungan dari air dengan bantuan sinar matahari menjadi fokus utama riset terbaru.
Peneliti dari Linköping University di Swedia mengembangkan material berlapis gabungan silicon carbide kubik, cobalt oxide, dan nickel hydroxide yang mampu meningkatkan proses pemisahan muatan listrik. Struktur tiga lapis ini bekerja dengan lebih efisien untuk mengubah energi matahari menjadi reaksi kimia yang memecah air menjadi hidrogen dan oksigen.
Salah satu masalah dalam teknologi ini adalah rekombinasi muatan, di mana muatan positif dan negatif saling membatalkan sebelum bereaksi. Dengan desain berlapis, proses tersebut berkurang, menghasilkan delapan kali lebih banyak hidrogen dibandingkan penggunaan bahan tunggal. Ini adalah langkah maju dalam teknologi produksi hidrogen hijau.
Meski begitu, produksi hidrogen dari energi terbarukan saat ini masih rendah efisiensinya, hanya 1-3%. Target para peneliti adalah mencapai efisiensi minimal 10% agar teknologi ini dapat diterapkan secara komersial. Jika tercapai, hidrogen hijau dari sinar matahari ini akan mendukung kebutuhan energi bersih dunia terutama di sektor transportasi berat.
Peneliti yakin dalam 5-10 tahun kedepan pencapaian efisiensi ini memungkinkan. Keberhasilan teknologi ini akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah ternama sebagai bukti kemajuan riset energi hijau.


