AI summary
Penggunaan air limbah terolah dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan dalam produksi hidrogen hijau. Tim peneliti berhasil mengatasi masalah ion yang mengganggu dengan mengasamkan air limbah. Metode baru ini berpotensi membuat hidrogen lebih viabel untuk mengurangi emisi karbon di sektor yang sulit dialiri listrik. Hidrogen hijau biasanya dibuat dengan cara memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan. Namun, proses ini membutuhkan air yang sangat bersih dan murni agar mesin elektroliser tidak rusak oleh kandungan mineral seperti kalsium dan magnesium.Tim peneliti dari Princeton menemukan cara baru dengan menggunakan air limbah yang sudah diproses terlebih dahulu, bukan air murni. Mereka menambahkan asam sulfat untuk mengasamkan air limbah sehingga ion-ion bermasalah tidak menempel pada membran mesin elektroliser dan tidak mengganggu produksi hidrogen.Metode ini berhasil membuat mesin elektroliser dapat bekerja terus selama lebih dari 300 jam tanpa gangguan, yang mana sebelumnya upaya memakai air limbah langsung selalu gagal karena adanya mineral yang menyebabkan penurunan performa.Selain ramah lingkungan karena menggunakan air limbah yang tersedia di banyak tempat, cara ini juga berpotensi memangkas biaya pengolahan air sampai 47 persen dan mengurangi energi yang dibutuhkan untuk mengolah air hingga 62 persen. Asam yang dipakai juga bisa didaur ulang sehingga tidak menambah limbah berbahaya.Penelitian ini penting karena dapat mempercepat pengembangan hidrogen hijau sebagai bahan bakar bersih untuk sektor industri berat seperti baja dan pupuk. Kedepannya, metode ini juga akan diuji coba dengan air laut pra-diolah dan diharapkan bisa diaplikasikan secara luas di Amerika Serikat dan negara lain.
Pendekatan menggunakan air limbah yang diasamkan sangat cerdas dan pragmatis, karena mengurangi ketergantungan pada sumber air ultrapure yang langka dan mahal. Namun, tantangan jangka panjang terkait korosi atau pengelolaan asam berkelanjutan masih perlu ditelaah lebih dalam agar teknologi benar-benar siap dipakai di industri besar.