Inovasi Produksi Hidrogen Ramah Lingkungan dari Aluminium dan Air Laut
Sains
Iklim dan Lingkungan
04 Jun 2025
91 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode baru untuk memproduksi hidrogen yang menggunakan air laut dan aluminium daur ulang dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Analisis siklus hidup menunjukkan bahwa proses ini dapat diterapkan secara skala industri dan berkelanjutan.
Proses ini menawarkan potensi besar untuk memperkenalkan sumber energi bersih di sektor transportasi dan sistem energi terpencil.
Para ilmuwan di Amerika Serikat berhasil mengembangkan metode baru untuk menghasilkan hidrogen dengan menggunakan air laut dan aluminium daur ulang dari kaleng minuman. Metode ini dapat mengurangi emisi karbon hampir 90% dibandingkan dengan cara produksi hidrogen konvensional yang berbasis bahan bakar fosil.
Proses ini melibatkan reaksi antara aluminium recycle dengan air laut yang dibantu oleh paduan kecil gallium-indium dan menghasilkan hidrogen sekaligus mengurangi limbah karena logam langka yang terbentuk bisa dipulihkan dan digunakan kembali.
Analisis siklus hidup yang dilakukan oleh tim dari MIT menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga scalable untuk aplikasi industri, serta memiliki biaya produksi yang kompetitif dibandingkan teknologi hidrogen hijau lain yang menggunakan energi matahari dan angin.
Selain hidrogen, proses ini menghasilkan boehmite, sebuah bahan yang bernilai tinggi dan bisa digunakan dalam produksi semikonduktor. Tim peneliti juga telah membuat prototipe reaktor kecil yang mampu menyediakan hidrogen untuk kendaraan listrik seperti sepeda listrik.
Penemuan ini membuka peluang besar bagi teknologi energi bersih, terutama untuk kendaraan hidrogen dan sistem energi di lokasi terpencil, serta berpotensi digunakan untuk aplikasi di bawah air seperti kapal kecil dan kendaraan bawah laut otomatis.



