Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Infrastruktur Alam yang Mulai Runtuh: Tanah dan Laut Kunci Ketahanan Pangan Global

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
11 Nov 2025
150 dibaca
2 menit
Infrastruktur Alam yang Mulai Runtuh: Tanah dan Laut Kunci Ketahanan Pangan Global

AI summary

Tanah dan ekosistem laut harus diperlakukan sebagai infrastruktur vital untuk keamanan pangan dan stabilitas ekonomi.
Kualitas tanah yang baik dapat meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana alam.
Pentingnya integrasi akuntansi modal alam dalam pengambilan keputusan ekonomi untuk meminimalkan risiko ekonomi dan lingkungan.
COP30 yang berlangsung di Brasil membahas perubahan iklim dengan fokus pada pengurangan emisi dan adaptasi. Namun, di balik pembicaraan tersebut, ancaman besar muncul dari kerusakan tanah dan dasar laut yang selama ini menopang sistem pangan dan iklim dunia. Kerusakan ini bukan lagi hanya masalah lingkungan, tapi sudah menjadi risiko ekonomis dan keamanan yang harus diprioritaskan.Tanah dan dasar laut bukan sekadar sumber daya alam, melainkan infrastruktur hidup yang menyimpan karbon, mengatur air dan nutrisi, serta membantu ketahanan pangan dan iklim. Kerusakan biologis di dua sistem ini memperlemah kemampuan mereka untuk menyerap guncangan cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan kegagalan panen, menurunnya hasil perikanan, bahkan berujung pada ketidakstabilan ekonomi dan sosial.Contohnya di tanah, peran materi organik dalam menjaga struktur dan kesuburan terbukti sangat penting. Petani yang menerapkan metode regeneratif dapat mempertahankan hingga 95% hasil panen dalam kondisi kekeringan, sementara tanah yang rusak justru menimbulkan kerugian produktivitas dan meningkatkan ketergantungan terhadap input eksternal yang mahal.Di laut, proses pompa karbon di dasar laut membantu mengurangi karbon di atmosfer, tetapi juga menyebabkan pengasaman laut yang mengancam habitat plankton, ikan, dan kerang penting. Kegiatan pengelolaan laut yang merusak seperti penangkapan ikan dengan trawl dasar makin memperparah situasi dengan melepaskan karbon yang tersimpan sekaligus merusak habitat perikanan.Berbagai lembaga internasional dan para ahli mendesak penggabungan pengelolaan tanah dan laut ke dalam kebijakan ekonomi dan keuangan sebagai aset infrastruktur utama. Kerangka kerja seperti SEEA dan TNFD serta laporan bank sentral dan asuransi menunjukan bagaimana risiko alam harus diintegrasikan dalam manajemen risiko ekonomi global untuk mencegah keruntuhan pasar yang lebih besar di masa depan.

Experts Analysis

Praveena Sridhar
Tanah adalah bank air dan penyimpan karbon utama planet ini; tanpa mengelolanya dengan benar, adaptasi iklim akan gagal total.
Professor Callum Roberts
Menghentikan emisi adalah satu-satunya cara untuk melindungi makanan laut masa depan dan memastikan ekosistem dasar laut dapat pulih.
Dr Jamie Shutler
Meski laut terus menyerap karbon, efek sampingnya berupa pengasaman laut sangat merusak habitat laut yang penting bagi industri perikanan.
Editorial Note
Mengabaikan tanah dan ekosistem laut sebagai infrastruktur ekonomi adalah kesalahan fatal yang bisa meruntuhkan ketahanan pangan dan pasar global dalam dekade mendatang. Sektor keuangan dan pembuat kebijakan harus segera meredefinisi kerangka manajemen risiko mereka agar memasukkan perlindungan dan pemulihan alam sebagai prioritas utama.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.