Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Melirik Tenaga Nuklir untuk Menyangga Kebutuhan Energi AI Besar

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (2mo ago) artificial-intelligence (2mo ago)
17 Jan 2026
116 dibaca
2 menit
Meta Melirik Tenaga Nuklir untuk Menyangga Kebutuhan Energi AI Besar

Rangkuman 15 Detik

Meta berinvestasi besar dalam kapasitas energi untuk mendukung proyek AI-nya.
Kerja sama dengan Vistra dan TerraPower menunjukkan fokus pada energi nuklir sebagai solusi.
Kekhawatiran publik tentang dampak energi dan penggunaan sumber daya menjadi perhatian utama.
Pada tahun-tahun mendatang, kebutuhan energi untuk menjalankan kecerdasan buatan di pusat data besar terus meningkat. Perusahaan teknologi seperti OpenAI, Google, dan Anthropic sudah melakukan investasi besar-besaran. Meta, perusahaan milik Mark Zuckerberg, tidak mau ketinggalan dan memilih jalur unik dengan berencana menghasilkan 6,6 gigawatt listrik hingga 2035 dari sumber tenaga nuklir melalui kerja sama dengan beberapa pembangkit listrik. Meta menjalin kerja sama dengan Vistra, yang mengelola tiga pembangkit nuklir penting di Amerika Serikat yaitu di Perry dan Davis-Besse, Ohio serta Beaver Valley di Pennsylvania. Kapasitas total dari pembangkit itu sangat besar dan mampu menyuplai energi bagi jutaan rumah. Namun, proyek ini mendapat perhatian dari regulator dan publik karena potensi dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul. Salah satu isu yang muncul adalah kekhawatiran akan ketergantungan operator pusat data pada jaringan listrik umum yang dapat menyebabkan kenaikan harga listrik untuk konsumen. Selain itu, pembangkit seperti Beaver Valley masih menghadapi masalah terkait keributan sirene peringatan dan monitor kualitas air tanah yang kadang kurang optimal, hal ini menambah keraguan masyarakat sekitar. Selain Meta dan Vistra, perusahaan TerraPower milik Bill Gates juga masuk dalam bisnis energi nuklir dengan proyek pembangkit tenaga Natrium. Proyek ini berpotensi menyediakan sampai 4 gigawatt tenaga dengan teknologi penyimpanan energi yang memungkinkan fleksibilitas pasokan. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan listrik yang tumbuh pesat dengan emisi karbon yang sangat rendah. Investasi besar dalam energi nuklir ini mencerminkan perubahan paradigma di dunia teknologi dan energi, bahwa kebutuhan untuk menjalankan AI dan teknologi canggih lain tidak bisa dipisahkan dari penyediaan energi berkelanjutan. Meski begitu, tantangan dari aspek sosial, lingkungan, dan regulasi masih harus terus diatasi agar pengembangan ini berjalan lancar dan aman bagi masyarakat.

Analisis Ahli

Chris Levesque
Teknologi Natrium kami menawarkan solusi penghasil listrik yang andal dan ramah lingkungan yang bisa memenuhi permintaan energi besar di masa depan.
Gonzalo Fuentes
Investasi besar Meta mencerminkan betapa beratnya kebutuhan energi AI, sekaligus memperingatkan risiko eksploitasi sumber daya alam yang perlu dikendalikan.