Meta Dukung Pembangkit Nuklir Clinton untuk Wujudkan Target Emisi Nol
Sains
Iklim dan Lingkungan
03 Jun 2025
23 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kemitraan antara Meta dan Constellation memungkinkan Clinton Clean Energy Center untuk tetap beroperasi dan meningkatkan kapasitasnya.
Meta berkomitmen untuk mengurangi jejak karbonnya melalui investasi dalam energi bersih dan nuklir.
Industri energi nuklir di AS mendapatkan perhatian baru karena kebutuhan energi yang meningkat dari AI.
Pembangkit listrik nuklir Clinton Clean Energy Center di Illinois sempat akan ditutup tahun 2017 karena kerugian finansial. Namun, berkat dukungan dari Meta melalui kesepakatan dengan perusahaan energi Constellation, pembangkit ini bisa terus beroperasi selama 20 tahun ke depan.
Investasi dari Meta tidak hanya memberi jaminan keuangan, tetapi juga memungkinkan pembaruan yang menambah kapasitas pembangkit sebesar 30 megawatt sehingga total kapasitas menjadi 1,121MW yang cukup untuk menyalakan listrik sekitar 800 ribu rumah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Meta dalam mengurangi jejak karbon mereka yang justru meningkat karena pemakaian energi untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Meta membeli atribut energi bersih dari pembangkit sebagai bagian dari target net-zero emisi karbon di tahun 2030.
Kerjasama antara perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, dan Microsoft dengan industri nuklir menunjukkan bahwa kebutuhan energi yang besar akibat AI mendorong revitalisasi tenaga nuklir sebagai solusi energi bersih dan andal di masa depan.
Selain memperpanjang operasi pembangkit lama, Meta juga mendukung pengembangan teknologi reaktor nuklir generasi baru yang diharapkan dapat menyediakan kapasitas energi yang lebih besar dan ramah lingkungan, membantu memenuhi permintaan data center yang terus bertumbuh.



