
Courtesy of CNBCIndonesia
Penurunan Kemampuan Membaca Generasi Z Mengancam Pendidikan di AS
Mengungkap penurunan kemampuan literasi mahasiswa generasi Z di perguruan tinggi AS dan dampaknya terhadap standar akademik serta pendidikan di masa depan.
15 Jan 2026, 14.40 WIB
288 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penurunan kemampuan literasi di kalangan mahasiswa Generasi Z menjadi masalah serius untuk pendidikan.
- Guru harus menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang kesulitan membaca.
- Perubahan kebiasaan membaca dari teks ke format visual dan audio berkontribusi pada penurunan literasi.
Jakarta, Amerika Serikat - Perguruan tinggi di Amerika Serikat kini menghadapi masalah serius terkait kemampuan membaca mahasiswa generasi Z. Banyak mahasiswa kesulitan memahami teks yang diberikan, sehingga para profesor harus menurunkan standar akademik agar proses belajar tetap berjalan.
Profesor Sastra dari Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson, mengungkapkan bahwa mahasiswa generasi Z bahkan tidak mampu membaca kalimat sederhana, sehingga ia mengganti tugas membaca di luar kelas dengan membacakan bersama di dalam kelas. Namun, metode ini pun kurang efektif karena mereka masih kesulitan memahami isi bacaan.
Di University of Notre Dame, profesor Teologi Timothy O'Malley menyatakan bahwa mahasiswa saat ini tidak mampu mengimbangi beban bacaan seperti dulu. Mereka cenderung hanya melakukan scanning atau membaca cepat dan lebih mengandalkan ringkasan dari AI daripada membaca sendiri.
Beberapa faktor struktural menjadi penyebab utama menurunnya kemampuan literasi ini, seperti sistem pendidikan yang semakin rapuh, gangguan selama pembelajaran akibat pandemi COVID-19, serta perubahan pola konsumsi informasi yang kini lebih banyak melalui video dan audio dibandingkan teks.
Survei juga menunjukkan tren nasional bahwa jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan menurun drastis hingga 40 persen dalam 20 tahun terakhir, serta banyak warga yang memiliki kemampuan literasi pada level terendah. Hal ini menjadi tanda bahaya bagi masa depan pendidikan di Amerika Serikat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115121849-37-702618/fenomena-banyak-gen-z-masuk-kuliah-tidak-bisa-baca-dosen-menyerah
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115121849-37-702618/fenomena-banyak-gen-z-masuk-kuliah-tidak-bisa-baca-dosen-menyerah
Analisis Ahli
Jessica Hooten Wilson
"Mahasiswa Gen Z kesulitan membaca bahkan kalimat dasar sehingga metode pembelajaran harus diubah secara drastis."
Timothy O'Malley
"Penurunan standar akademik terjadi karena mahasiswa generasi Z terbiasa membaca secara scanning dan berharap ringkasan dari AI."
Analisis Kami
"Masalah literasi ini mencerminkan kegagalan sistem pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan teknologi. Tanpa reformasi mendasar dalam cara mengajar dan mendorong minat baca, kita mungkin menghadapi generasi yang kurang siap menghadapi tantangan intelektual dan profesional."
Prediksi Kami
Jika tidak ada perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, generasi Z dan generasi masa depan akan terus mengalami penurunan kemampuan literasi, yang dapat berdampak negatif pada kualitas pendidikan dan kemampuan berpikir kritis mereka.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa masalah yang dihadapi mahasiswa Generasi Z di perguruan tinggi?A
Mahasiswa Generasi Z memiliki kemampuan membaca yang sangat rendah.Q
Mengapa profesor harus menurunkan standar akademik?A
Profesor terpaksa menurunkan standar akademik untuk menjaga proses belajar.Q
Apa yang dilakukan Jessica Hooten Wilson untuk mengatasi masalah ini?A
Jessica Hooten Wilson menghapus tugas membaca di luar kelas dan menggantinya dengan pembacaan bersama di kelas.Q
Apa dampak pandemi COVID-19 terhadap kemampuan literasi mahasiswa?A
Pandemi COVID-19 menyebabkan terputusnya proses pembelajaran dan menurunkan kemampuan literasi.Q
Bagaimana cara mahasiswa Gen Z mengatasi tugas membaca?A
Banyak mahasiswa Gen Z bertahan dengan ringkasan dari AI.




