Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Chip 2026: Windows on Arm Jadi Pilihan Nyaman dengan Tantangan Baru

Teknologi
Pengembangan Software
software-development (3mo ago) software-development (3mo ago)
29 Des 2025
111 dibaca
2 menit
Perang Chip 2026: Windows on Arm Jadi Pilihan Nyaman dengan Tantangan Baru

Rangkuman 15 Detik

Laptop berbasis Arm kini semakin layak dengan peningkatan performa dan dukungan aplikasi.
Masih ada batasan dalam kompatibilitas aplikasi dan gaming untuk Windows di platform Arm.
Persaingan di pasar laptop akan semakin ketat dengan kehadiran chip baru dari Qualcomm, Intel, dan AMD.
Pada tahun 2024, Qualcomm merilis chip Snapdragon X yang membuat laptop Windows berbasis Arm menjadi lebih praktis dan hemat daya. Ini merupakan terobosan setelah banyak laptop Arm sebelumnya gagal memberi performa optimal dan kompatibilitas aplikasi yang baik. Microsoft juga mengadopsi chip ini untuk lini Surface Laptop dan Surface Pro mereka, yang menunjukkan hasil positif walau masih ada kekurangan terutama dalam menjalankan beberapa software berat dan game. Sepanjang 2025, berbagai perbaikan dan pembaruan software menjadikan Windows on Arm semakin tangguh. Beberapa aplikasi penting seperti Adobe Premiere Pro kini berjalan secara native, dan Lightroom Classic bisa berjalan dengan lancar lewat emulasi. Kompatibilitas game jadi lebih baik, dengan dukungan emulator yang optimal dan integrasi fitur dari Epic Games serta Xbox yang memudahkan akses permainan lokal dibandingkan hanya cloud streaming. Laptop Windows on Arm seperti Surface Laptop 13 inci dan Surface Pro 12 inci menjadi pilihan menarik, terutama saat ada diskon. Namun, perangkat ini masih belum cocok untuk kebutuhan gaming berat atau software yang belum mendukung Arm secara native, seperti Ableton Live yang baru akan hadir versi Arm di 2026. Laptop ini juga sangat efisien dalam daya tahan baterai yang jauh melampaui generasi Intel yang kurang baik sebelumnya. Intel dan AMD tidak tinggal diam dengan meluncurkan chip Lunar Lake dan Strix Point yang menawarkan performa kompetitif serta efisiensi daya sebanding. 2026 diprediksi menjadi tahun persaingan ketat antar produsen chip dengan kehadiran Snapdragon X2, Panther Lake Intel, dan Gorgon Point AMD. Nvidia juga dikabarkan menyiapkan chip Arm baru dengan fokus grafis tinggi, yang bisa mengubah pasar terutama bagi gamer. Di tengah perkembangan ini, tantangan lain muncul dari Linux yang makin kompetitif dan tren Microsoft menambahkan AI ke Windows yang kadang justru mengganggu pengguna. Pilihan konsumen mungkin bergeser, bukan hanya mempertimbangkan laptop Windows on Arm, tapi lebih luas lagi, seperti memilih apakah tetap menggunakan Windows atau beralih ke sistem operasi lain yang lebih ringan dan efisien.

Analisis Ahli

Anandtech
Windows on Arm menunjukkan kemajuan signifikan, namun ekosistem perangkat lunaknya masih tertinggal sehingga memerlukan investasi lebih lanjut dalam pengembangan emulasi dan optimasi native apps.
Linus Sebastian
Laptops Windows on Arm kini mulai layak dipertimbangkan bagi pengguna umum yang mengutamakan portabilitas dan daya tahan baterai, tapi gamers harus tetap memilih x86 untuk performa maksimal.