AI summary
Qualcomm meluncurkan chip Snapdragon X2 Elite yang menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi daya. Chip baru ini dapat menawarkan performa CPU yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing utama di pasar. Diharapkan bahwa perangkat berbasis chip ini akan memberikan masa pakai baterai yang lebih lama dan kinerja yang lebih baik untuk aplikasi kreatif. Setelah bertahun-tahun berusaha, Qualcomm akhirnya berhasil membuat laptop Windows on Arm menjadi nyata dengan meluncurkan chip Snapdragon X Elite tahun lalu. Tahun ini, mereka memperkenalkan generasi kedua chip tersebut, Snapdragon X2 Elite dan Snapdragon X2 Elite Extreme, yang menawarkan peningkatan performa dan efisiensi yang besar. Teknologi proses 3nm digunakan untuk menghasilkan chip lebih cepat dan hemat daya.Qualcomm mengklaim peningkatan performa CPU hingga 31 persen dan GPU dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Terdapat CPU Oryon generasi ketiga dengan hingga 18 core, termasuk beberapa core yang bisa beroperasi pada kecepatan 5GHz, sebuah rekor baru untuk CPU Arm. Selain itu, ada juga Neural Processing Unit (NPU) baru dengan kemampuan AI hingga 80 TOPS, lebih efisien dan cepat.Dengan performa lebih tinggi dan konsumsi daya yang lebih rendah, Qualcomm mengklaim dapat menawarkan masa pakai baterai multi-hari pada laptop yang menggunakan chip ini. Mereka juga menghadirkan fitur khusus untuk gaming dan aplikasi kreatif seperti Photoshop dan Premiere, yang mengalami peningkatan kecepatan signifikan.Razer juga mengumumkan akan membawa perangkat lunaknya, Synapse, ke platform Windows on Snapdragon, meskipun belum ada rencana pasti untuk laptop gaming berbasis Snapdragon dari mereka. Selain itu, Qualcomm sedang menguji chip ini pada daya lebih tinggi hingga 50 watt, yang memungkinkan penggunaan di laptop yang lebih besar dan lebih kuat.Laptop dengan chip Snapdragon X2 Elite diharapkan tersedia pada paruh pertama tahun 2026. Selain itu, Qualcomm dan Google sedang bekerja sama menggabungkan Android dan Chrome OS yang mungkin meluncur dengan jadwal serupa, memperkuat ekosistem perangkat berbasis Arm di masa depan.
Qualcomm berhasil membuktikan bahwa prosesor Arm bisa bersaing serius dengan Intel dan AMD dalam ranah laptop, terutama dengan fokus pada efisiensi daya dan performa. Namun, tantangan terbesar adalah ekosistem aplikasi dan adopsi luas yang masih harus terus dikembangkan agar benar-benar bisa menggantikan dominasi x86.