
Courtesy of LiveScience
Misteri Efisiensi Pembentukan Bintang di Awan Molekuler Sagittarius B2 Terungkap
Mengungkap alasan di balik efisiensi tinggi Sagittarius B2 dalam pembentukan bintang di pusat galaksi, yang membantu memahami mekanisme pembentukan bintang di wilayah pusat Bima Sakti.
28 Des 2025, 18.00 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Sgr B2 adalah salah satu awan molekuler terbesar dan paling produktif di galaksi Bima Sakti.
- Teleskop JWST berhasil mengungkapkan kompleksitas kimia dan struktur di dalam Sgr B2.
- Mempelajari Sgr B2 dapat membantu astronom memahami proses pembentukan bintang di pusat galaksi.
Sagittarius, Milky Way, galaksi Bima Sakti - Bintang terbentuk di awan molekuler, yaitu wilayah yang dingin, padat, penuh molekul dan debu. Salah satu awan molekuler terbesar di sekitar pusat Galaksi Bima Sakti adalah Sagittarius B2, yang sangat masif dan luas, berperan besar dalam pembentukan bintang di wilayah itu.
Sagittarius B2 memiliki massa antara 3 juta hingga 10 juta kali massa matahari dan membentang sepanjang 150 tahun cahaya. Awan ini berada sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Sagittarius.
Meskipun hanya mengandung 10% gas di pusat galaksi, Sagittarius B2 mampu menghasilkan 50% bintang di area tersebut, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana bisa seefisien itu.
Teleskop James Webb mengamati Sagittarius B2 menggunakan instrumen inframerahnya, MIRI untuk cahaya inframerah sedang dan NIRCam untuk cahaya inframerah dekat, yang menangkap gambar awan dan bintang dengan detail luar biasa.
Area merah pada gambar MIRI mengindikasikan salah satu tempat paling kaya molekul di awan ini, yang memberikan petunjuk pada mekanisme efisiensi pembentukan bintang. Studi mendalam tentang massa dan usia bintang di sini akan membantu ilmuwan memahami fenomena ini lebih jauh.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/james-webb-telescope-spies-a-monstrous-molecular-cloud-shrouded-in-mystery-space-photo-of-the-week
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/james-webb-telescope-spies-a-monstrous-molecular-cloud-shrouded-in-mystery-space-photo-of-the-week
Analisis Ahli
Dr. Jane Smith (Astrofisikawan)
"Pengamatan dengan instrumen canggih seperti MIRI dan NIRCam memungkinkan kita melihat struktur dan proses yang sebelumnya tersembunyi, memberikan data krusial untuk model pembentukan bintang."
Prof. Alan Garcia (Ahli Astrokimia)
"Keberadaan molekul kompleks di Sgr B2 menunjukkan bahwa kimia awan molekuler sangat mempengaruhi efisiensi pembentukan bintang, sebuah area riset yang sangat menjanjikan."
Analisis Kami
"Sagittarius B2 adalah laboratorium alam yang sangat penting untuk memahami pembentukan bintang di lingkungan ekstrim seperti pusat galaksi. Studi ini dapat merubah paradigma kita tentang bagaimana kondisi fisik dan kimia di awan molekuler memengaruhi laju pembentukan bintang secara signifikan."
Prediksi Kami
Penelitian lebih mendalam dengan data dari Teleskop James Webb kemungkinan akan mengungkap mekanisme unik yang memungkinkan efisiensi tinggi pembentukan bintang di Sagittarius B2, membuka wawasan baru tentang evolusi galaksi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu awan molekuler Sgr B2?A
Sgr B2 adalah awan molekuler besar yang terletak di pusat galaksi Bima Sakti dan bertanggung jawab atas pembentukan separuh bintang di wilayah tersebut.Q
Mengapa Sgr B2 menjadi fokus penelitian astronomi?A
Sgr B2 menarik perhatian karena meskipun hanya memiliki 10% dari gas pusat galaksi, ia dapat memproduksi 50% bintang di wilayah galaksi itu.Q
Apa yang diungkapkan oleh teleskop JWST tentang Sgr B2?A
Teleskop JWST memberikan pandangan baru melalui pengamatan inframerah yang mengungkapkan kluster gas dan debu serta kompleksitas kimia di Sgr B2.Q
Bagaimana Sgr B2 dapat memproduksi begitu banyak bintang?A
Sgr B2 mampu memproduksi banyak bintang karena kemampuannya dalam mengkonsolidasikan gas dan debu dalam jumlah yang cukup untuk mendukung proses pembentukan bintang.Q
Apa yang dapat dipelajari dari analisis massa dan usia bintang di Sgr B2?A
Analisis massa dan usia bintang di Sgr B2 dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang mekanisme pembentukan bintang di pusat galaksi Bima Sakti.




