
Courtesy of CNBCIndonesia
Robotaxi Mulai Merambah Global, Inggris Jadi Pionir Uji Coba 2026
Menyampaikan perkembangan terbaru dan langkah ekspansi global dalam bisnis robotaxi, serta bagaimana kemitraan dan regulasi baru membantu mempercepat komersialisasi teknologi ini di berbagai wilayah dunia.
23 Des 2025, 20.10 WIB
277 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perkembangan robotaxi menunjukkan potensi global yang besar di industri transportasi.
- Kolaborasi antara perusahaan besar seperti Baidu, Uber, dan Lyft mengindikasikan persaingan yang ketat di pasar Eropa.
- Regulasi seperti 'Automated Vehicles Act 2024' penting untuk mendorong pengembangan dan penerapan teknologi kendaraan otomatis.
London, Inggris - Robotaxi, yaitu taksi tanpa sopir yang dikendalikan oleh teknologi otomatis, semakin berkembang tidak hanya di Amerika Serikat dan China, tapi juga mulai merambah wilayah lain seperti Asia Tenggara dan Eropa. Investasi besar dan kemitraan antara perusahaan transportasi online membantu mempercepat adopsi layanan ini. Grab dari Singapura contohnya, berinvestasi pada perusahaan robotaxi asal AS, May Mobility, yang membuktikan ekspansi ke Asia Tenggara sudah di depan mata.
Di Eropa, khususnya Inggris, teknologi robotaxi akan diuji coba mulai tahun 2026 dengan kolaborasi antara Uber, Lyft, dan perusahaan teknologi China, Baidu. Hal ini difasilitasi oleh aturan baru bernama Automated Vehicles Act 2024 yang memperjelas tanggung jawab hukum selama terjadi insiden saat robotaxi beroperasi, sehingga membuat Inggris menjadi negara terdepan di dunia dalam mendukung kemajuan robotaxi.
Selain itu, startup Inggris bernama Wayve juga berencana melaksanakan pengujian kendaraan otomatis pada tahun yang sama dengan dukungan dana besar dari SoftBank Group dan Uber. Semua inisiatif ini menandakan lonjakan lama dari tren global yang memperluas operasi robotaxi di berbagai kota besar di seluruh dunia, termasuk Austin, San Francisco, Abu Dhabi, dan Wuhan.
Meskipun robotaxi memberikan janji besar akan transportasi yang lebih ramah lingkungan, aman, dan lebih murah biaya operasionalnya, tantangan utama masih ada pada bagaimana teknologi ini dapat menghasilkan keuntungan secara finansial. Beberapa perusahaan publik di bidang robotaxi hingga saat ini masih belum untung dan biaya pengembangan yang tinggi juga menjadi perhatian serius bagi perusahaan-platform seperti Uber dan Lyft.
Para analis meyakini bahwa model bisnis terbaik untuk robotaxi mungkin adalah kombinasi antara kendaraan otomatis dan sopir manusia, yang dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan layanan dan harga yang terjangkau. Dengan demikian, uji coba di Inggris juga menjadi terobosan penting bagi Lyft dalam memperluas pasar globalnya setelah mereka mengakuisisi aplikasi taksi FreeNow dari Eropa sebesar 200 juta dolar AS.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223162845-37-696760/china-bawa-petaka-buat-driver-online-dampaknya-makin-meluas
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223162845-37-696760/china-bawa-petaka-buat-driver-online-dampaknya-makin-meluas
Analisis Ahli
Chris Urmson
"Kemitraan global dan regulasi yang tepat sangat penting agar robotaxi dapat beroperasi dengan aman dan efisien di berbagai negara."
Robin Chase
"Model hybrid antara robotaxi dan pengemudi manusia akan menjadi solusi terbaik untuk transisi teknologi transportasi otomatis secara luas."
Analisis Kami
"Ekspansi robotaxi ini menunjukkan bagaimana teknologi transportasi tidak hanya berfokus di pasar besar seperti AS dan China, tapi mulai mengglobal dengan pendekatan kolaboratif antara pemain besar dan startup lokal. Namun, masih diperlukan regulasi yang matang dan inovasi model bisnis agar teknologi ini benar-benar bisa diterima secara luas dan menguntungkan secara ekonomi."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, pengujian dan komersialisasi robotaxi akan meluas ke lebih banyak negara dengan dukungan regulasi yang jelas, sementara model bisnis hibrida yang menggabungkan pengemudi manusia dan robot bakal menjadi pendekatan yang lebih realistis untuk menjaga kestabilan biaya dan layanan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan May Mobility baru-baru ini?A
May Mobility baru-baru ini mengamankan investasi dari Grab untuk mendukung ekspansi mereka.Q
Dengan siapa May Mobility berkolaborasi untuk ekspansi ke Asia Tenggara?A
May Mobility berkolaborasi dengan Grab untuk ekspansi ke Asia Tenggara.Q
Apa tujuan dari kolaborasi Baidu dengan Uber dan Lyft?A
Tujuan dari kolaborasi Baidu dengan Uber dan Lyft adalah untuk meluncurkan uji coba robotaxi di Inggris.Q
Apa yang diatur dalam 'Automated Vehicles Act 2024'?A
'Automated Vehicles Act 2024' mengatur tanggung jawab hukum bagi kendaraan otomatis.Q
Mengapa robotaxi dianggap menjanjikan?A
Robotaxi dianggap menjanjikan karena menawarkan angkutan yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berbiaya rendah.



