Benih 1.000 Tahun Hidup Kembali, Temuan Tanaman Kuno dengan Khasiat Obat
Courtesy of CNBCIndonesia

Benih 1.000 Tahun Hidup Kembali, Temuan Tanaman Kuno dengan Khasiat Obat

Untuk mengidentifikasi tanaman dari benih kuno yang ditemukan dan membuktikan apakah tanaman tersebut adalah Balsam Yudea atau tanaman lain yang memiliki potensi obat, serta memahami pentingnya benih berumur ribuan tahun dalam konteks ilmiah dan medis.

22 Des 2025, 20.20 WIB
49 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penelitian ini berhasil menghidupkan benih berusia seribu tahun yang ditemukan di Gurun Yudea.
  • Tanaman yang tumbuh bukanlah Balsam Yudea, tetapi kemungkinan adalah sepupu dekatnya dari genus Commiphora.
  • Analisis fitokimia diperlukan untuk mengidentifikasi tanaman dan senyawa yang terkandung di dalamnya.
Yerusalem, Israel - Peneliti menemukan benih misterius berusia 1.000 tahun di Gurun Yudea pada tahun 1980-an, yang kemudian berhasil ditanam oleh tim yang dipimpin oleh Sarah Sallon di Yerusalem. Setelah beberapa minggu, benih ini mulai tumbuh menjadi tanaman berukuran tiga meter, walaupun tidak berbunga atau berbuah.
Sarah Sallon menduga tanaman tersebut adalah Balsam Yudea, tanaman yang sering disebut dalam Alkitab dan dikenal memiliki getah harum yang sangat berarti pada masa kuno. Namun setelah penelitian mendalam, tanaman ini ternyata bukan Balsam Yudea melainkan kerabat dekat dari genus Commiphora yang disebut Commiphora nonaromatik.
Hasil analisis kimia dari getah, daun, dan cabang tanaman menunjukkan tanaman ini memiliki senyawa obat yang sebelumnya belum banyak diketahui, sehingga memiliki potensi sebagai sumber balsem tsori yang juga berguna dalam pengobatan alami modern.
Ahli biologi benih dari Royal Botanic Gardens London, Louise Colville, menegaskan bahwa keberhasilan satu benih yang sudah berusia ribuan tahun untuk tumbuh merupakan suatu keajaiban dan mengingatkan akan pentingnya pelestarian benih serta tanaman kuno dalam penelitian ilmiah.
Penemuan ini membuka kemungkinan studi lebih lanjut pada tanaman kuno dan penggunaan senyawa alami yang mereka hasilkan untuk pengembangan obat dan peningkatan kesehatan manusia, sekaligus memperkaya wawasan tentang sejarah alam dan budaya.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251222144549-37-696317/pohon-alkitab-hidup-lagi-berkat-biji-misterius-berusia-1000-tahun

Analisis Ahli

Louise Colville
"Benih dengan masa hidup yang luar biasa sangatlah langka dan keberhasilan satu benih ini berkecambah adalah sebuah keberuntungan besar dalam ilmu biologi benih dan stres."

Analisis Kami

"Keberhasilan menumbuhkan benih berumur ribuan tahun menegaskan bahwa cadangan genetik kuno masih bisa dimanfaatkan dalam penelitian modern. Namun, ketidakhadiran bunga dan buah menunjukkan perlu studi lanjutan untuk memahami siklus hidup tanaman ini secara penuh dan potensi obat yang sebenarnya."

Prediksi Kami

Penemuan ini dapat membuka studi lebih lanjut tentang tanaman kuno untuk pengembangan obat alami baru dan konservasi spesies langka yang memiliki nilai sejarah dan medis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan para peneliti di Gurun Yudea?
A
Para peneliti menemukan benih berusia seribu tahun di sebuah gua di Gurun Yudea.
Q
Siapa yang memimpin penelitian tentang benih berusia seribu tahun?
A
Penelitian tersebut dipimpin oleh Sarah Sallon, pendiri Pusat Penelitian Pengobatan Alami di Yerusalem.
Q
Apa nama tanaman yang dicurigai sebagai Balsam Yudea?
A
Tanaman yang dicurigai adalah Balsam Yudea, tetapi ternyata bukan.
Q
Apa hasil dari penelitian terkait getah tanaman yang ditanam?
A
Tanaman yang ditanam tidak mengeluarkan aroma dan hasil analisis menunjukkan bahwa itu bukan Balsam Yudea.
Q
Mengapa penelitian ini baru diterbitkan pada tahun 2024?
A
Penelitian ini baru diterbitkan pada tahun 2024 karena Sallon ingin memastikan identitas tanaman tersebut.