Peneliti Hidupkan Pohon Berusia 1.000 Tahun, Buka Peluang Obat Baru Alkitabiah
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
20 Sep 2025
119 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan benih berusia 1.000 tahun menunjukkan potensi besar dalam penelitian obat berbasis tanaman.
Pohon yang ditanam tidak identik dengan Balsam Yudea, tetapi memiliki nilai penelitian yang signifikan.
Keberhasilan menanam benih kuno ini membuka kemungkinan untuk eksplorasi keanekaragaman genetik tanaman obat.
Para peneliti berhasil menumbuhkan pohon dari benih yang ditemukan di Gurun Yudea dan diperkirakan berusia 1.000 tahun. Benih ini adalah bagian dari varietas pohon yang sudah lama hilang dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang penting.
Setelah ditanam oleh tim yang dipimpin Dr. Sarah Sallon, pohon tersebut tumbuh mencapai ketinggian 3 meter meski tidak pernah berbunga atau berbuah, menandakan tanaman unik dan berbeda dari pohon pada umumnya.
Para peneliti mengaitkan pohon ini dengan tanaman yang disebut sebagai sumber 'tsori' dalam Alkitab, sebuah balsem obat yang pernah digunakan dan diperdagangkan di masa lalu, terutama dalam wilayah bersejarah Gilead di dekat Laut Mati.
Meskipun pohon ini masih berkerabat dengan pohon mur, analisis kimia menunjukkan bahwa pohon tersebut bukanlah Balsam Yudea yang harum, melainkan sepupu yang mengandung berbagai senyawa obat yang berpotensi besar bagi pengembangan pengobatan.
Para ahli menilai keberhasilan titik ini sangat langka, apalagi benih dengan usia hingga 1.000 tahun dan masih bisa tumbuh merupakan sesuatu yang luar biasa dan memiliki nilai penting baik dari segi ilmu pengetahuan maupun pengobatan alam.
Analisis Ahli
Dr. Louise Colville
Benih dengan masa hidup hingga 1.000 tahun yang masih bisa berkecambah adalah fenomena luar biasa dan menunjukkan kerasnya daya tahan genetik tanaman ini.

