Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

PHK Besar-besaran di AS 2025, AI Jadi Alasan dan Dalih Perusahaan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
22 Des 2025
114 dibaca
2 menit
PHK Besar-besaran di AS 2025, AI Jadi Alasan dan Dalih Perusahaan

TLDR

PHK di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025.
AI dianggap sebagai faktor utama dalam pengurangan tenaga kerja di banyak perusahaan.
Beberapa ahli berpendapat bahwa alasan PHK yang dikaitkan dengan AI bisa jadi hanya sebuah alasan untuk menyembunyikan kesalahan manajemen.
Pada tahun 2025, Amerika Serikat mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang memecahkan rekor, dengan lebih dari 1,17 juta pekerja kehilangan pekerjaan. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi pada 2022, di mana sekitar 2,2 juta pekerja dirumahkan. PHK terjadi secara besar-besaran terutama pada bulan Oktober dan November, dengan total lebih dari 220 ribu PHK hanya dalam dua bulan tersebut.Salah satu alasan utama yang disebutkan perusahaan dalam melakukan PHK adalah pengaruh teknologi kecerdasan buatan (AI). Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, Salesforce, IBM, CrowdStrike, dan Workday mengaitkan pengurangan tenaga kerja mereka dengan investasi dan penerapan AI. Amazon, misalnya, mengumumkan pemecatan sekitar 14 ribu posisi dengan alasan mengembangkan proyek AI.Namun, tidak semua pihak percaya bahwa AI benar-benar menjadi penyebab utama PHK tersebut. Fabian Stephany, seorang asisten profesor AI dan peneliti di Oxford Internet Institute, menyatakan bahwa alasan AI sering kali dijadikan dalih agar perusahaan dapat mengurangi jumlah karyawan secara besar-besaran. Menurutnya, PHK ini lebih terkait dengan koreksi akibat perekrutan berlebihan di tahun sebelumnya.Para CEO perusahaan yang melakukan PHK, seperti Andy Jassy dari Amazon dan Satya Nadella dari Microsoft, menekankan bahwa AI akan mengubah cara kerja dan mengurangi kebutuhan pekerja di beberapa bidang tertentu, sambil menciptakan peluang di bidang baru yang membutuhkan keahlian lain. Misalnya, IBM juga melakukan perekrutan di bidang yang mereka anggap memerlukan pemikiran kritis seperti rekayasa perangkat lunak dan pemasaran.Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam pasar tenaga kerja akibat kemajuan teknologi. Meski AI dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi, perubahan ini juga membawa tantangan sosial dan ekonomi bagi pekerja yang terkena dampak PHK, serta kebutuhan perusahaan untuk lebih transparan dalam menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.