Gelombang PHK 2025: Dampak Tarif Impor dan Investasi Artificial Intelligence
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
03 Nov 2025
135 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
PHK di berbagai sektor, termasuk teknologi, terus berlanjut akibat restrukturisasi dan kebijakan baru.
Perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft sedang melakukan pemangkasan besar-besaran untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.
Kenaikan biaya operasional akibat tarif impor baru mempengaruhi keputusan perusahaan untuk merumahkan karyawan.
Tahun 2025 kembali ditandai dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di banyak perusahaan besar di seluruh dunia. Beberapa perusahaan teknologi dan industri lainnya mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat serta perubahan kebiasaan belanja konsumen yang memengaruhi pendapatan mereka.
Survei dari perusahaan ADP melaporkan kehilangan 32 ribu pekerjaan di sektor swasta selama bulan September saja. Perusahaan seperti Amazon, UPS, Paramount, dan Microsoft harus memangkas ribuan pekerja dalam upaya efisiensi dan restrukturisasi, di samping investasi mereka yang semakin besar pada teknologi Artificial Intelligence (AI).
Amazon mengurangi 14 ribu pekerjanya dengan fokus besar pada AI, sementara UPS harus merumahkan total 48 ribu pegawai karena perubahan pola pengiriman barang. Begitu juga dengan Paramount yang melakukan PHK setelah merger dengan Skydance senilai Rp 133.60 triliun (US$8 miliar) , serta Intel yang akan memangkas hingga 22 ribu pekerja untuk menyesuaikan ukuran perusahaan.
Perusahaan di sektor lain seperti farmasi dan minyak juga melakukan pemangkasan jumlah karyawan sebagai bagian dari strategi biaya dan adaptasi terhadap perubahan pasar global. Lufthansa, misalnya, akan mengurangi pekerjaannya sampai 4.000 orang sampai tahun 2030, sementara ConocoPhillips akan memberhentikan 20-25% stafnya.
Keseluruhan dari PHK ini juga didorong oleh kebutuhan untuk mempercepat digitalisasi dan penerapan AI yang mempengaruhi efisiensi kerja. Kondisi ini menandai perubahan besar dalam dunia kerja yang menuntut para pekerja dan perusahaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar tetap mampu bersaing di masa depan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pemangkasan tenaga kerja merupakan langkah sulit namun penting agar perusahaan mampu berinvestasi lebih besar pada AI yang akan menjadi masa depan industri.Mary Barra
Restrukturisasi perusahaan harus fokus pada efisiensi tanpa mengorbankan inovasi dan kesejahteraan karyawan yang menjadi aset utama.
