TLDR
Data dari Argo float memberikan wawasan baru tentang kondisi di bawah shelf es Antartika. Denman Glacier menunjukkan tanda-tanda pencairan yang dapat meningkatkan permukaan laut secara signifikan. Penelitian ini membuka jalan untuk pemantauan yang lebih baik terhadap perubahan iklim di wilayah Antartika. Sebuah robot terapung otomatis berhasil melakukan perjalanan di bawah lapisan es raksasa di Antartika Timur selama dua setengah tahun. Peralatan ini dipasang untuk mengukur suhu dan kadar garam air laut yang sangat penting untuk memahami bagaimana lapisan es dapat mencair akibat perubahan iklim, terutama di wilayah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia atau kapal.Robot ini melakukan perjalanan sekitar 300 kilometer di bawah es Denman dan Shackleton. Selama perjalanan, robot ini mengambil hampir 200 profil data mengenai kondisi air laut dari dasar laut hingga dasar es setiap lima hari sekali, suatu pencapaian yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam studi lapisan es Antartika.Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lapisan es Shackleton cukup stabil untuk saat ini karena tidak ditemukan adanya air hangat yang dapat mempercepat pencairan. Namun, di sekitar glasier Denman ditemukan tanda-tanda adanya air hangat yang mempengaruhi lapisan es secara langsung, memberikan sinyal peringatan akan potensi kenaikan permukaan laut yang besar di masa depan.Salah satu temuan penting adalah pengukuran lapisan tipis sekitar 10 meter di bawah es yang sangat berperan dalam mengendalikan kecepatan pencairan. Robot terapung ini dapat dengan akurat mengukur kondisi lapisan tersebut, sesuatu yang sebelumnya nyaris tidak mungkin karena ketebalan es dan keterbatasan teknologi pengukuran tradisional.Meski mengalami kesulitan karena tidak bisa mengirim sinyal GPS saat berada di bawah lapisan es, para peneliti menggunakan data kedalaman es yang direkam robot dan membandingkannya dengan citra satelit untuk melacak rute perjalanan robot. Keberhasilan ini membuka jalan baru dalam pemantauan kondisi lingkungan Antartika yang dapat membantu mengurangi ketidakpastian dalam memprediksi perubahan iklim global.