Pemulihan Layanan Telekomunikasi Sumatra Pasca Banjir, Tantangan Terbesar di Aceh
Sains
Iklim dan Lingkungan
08 Des 2025
104 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemulihan layanan telekomunikasi di Sumatra menunjukkan perkembangan positif, meskipun Aceh masih menghadapi tantangan besar.
Ketersediaan listrik menjadi faktor kunci dalam pemulihan jaringan BTS, terutama di Aceh.
BAKTI Komdigi dan akses satelit berperan penting dalam mempercepat pemulihan akses internet di daerah yang terdampak bencana.
Wilayah Sumatra mengalami gangguan layanan telekomunikasi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa provinsi. Kementerian Komunikasi dan Digital menginformasikan bahwa pemulihan jaringan Base Transceiver Station (BTS) kini sudah mulai membaik, terutama di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Di Sumatera Utara, sekitar 95% BTS sudah kembali beroperasi, sedangkan di Sumatera Barat tingkat pemulihannya bahkan mencapai sekitar 97-98%. Namun kondisinya sangat berbeda di Aceh, di mana lebih dari 60% BTS masih belum dapat berfungsi dengan baik karena masalah pasokan listrik.
Selain BTS dari operator seluler, pemulihan layanan internet melalui BTS BAKTI Komdigi juga terus dilakukan. Dari 602 titik BTS BAKTI yang terdampak, lebih dari 60% sudah kembali beroperasi, meskipun Aceh tetap menjadi wilayah dengan tantangan terbesar dalam hal pemulihan akses internet.
Untuk mempercepat penyediaan layanan darurat, akses konektivitas berbasis satelit juga dikerahkan. Satelit pemerintah Satria 1 sudah dapat digunakan di 17 titik, sementara layanan Starlink melalui Kemkomdigi sudah aktif di 91 titik. Upaya ini membantu menjaga jalur komunikasi penting selama pemulihan infrastruktur listrik dan telekomunikasi.
Menteri Meutya Hafid menegaskan bahwa kerja sama dengan PLN sangat penting untuk mempercepat pemulihan listrik yang menjadi kunci untuk mengaktifkan kembali BTS di Aceh. Dengan adanya perbaikan listrik, diperkirakan pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.
Analisis Ahli
Prof. Bambang Haryanto (Ahli Telekomunikasi)
Pemulihan layanan telekomunikasi pasca-bencana memang terhambat oleh infrastruktur listrik yang belum stabil, ini adalah tantangan klasik yang harus ditangani dengan sinergi multisektor. Penggunaan teknologi satelit seperti Starlink merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan darurat tetap terkoneksi walaupun listrik dan infrastruktur fisik terganggu.

