Pemerintah Sediakan Internet Satelit untuk Pulihkan Konektivitas Banjir Aceh
Teknologi
Keamanan Siber
01 Des 2025
209 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kementerian Komunikasi dan Digital berupaya memulihkan konektivitas yang terputus akibat bencana.
Satelit Satria-1 dirancang untuk menjangkau daerah terpencil dan sulit diakses.
Kolaborasi antara Kementerian, BNPB, dan TNI sangat penting dalam penanggulangan bencana.
Banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menyebabkan terputusnya layanan internet dan komunikasi di beberapa wilayah, sehingga masyarakat sulit mengakses informasi dan berkomunikasi.
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Komunikasi dan Digital menyediakan 10 titik layanan internet berbasis satelit Satria-1 yang dirancang khusus untuk menjangkau lokasi 3T dan daerah yang sulit diakses.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan layanan ini menjadi prioritas pemerintah supaya masyarakat tetap bisa terhubung dan mendapatkan informasi resmi saat infrastruktur komunikasi terdampak bencana.
Tim BAKTI bersama BNPB, Tim SAR, dan TNI telah bergerak cepat untuk memasang dan mengoperasikan layanan internet satelit di lokasi yang terdampak agar segera bisa dimanfaatkan oleh warga.
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada mengikuti arahan petugas dan menggunakan layanan akses internet ini dengan bijak untuk memperoleh informasi yang akurat dan resmi dari pemerintah.
Analisis Ahli
Ahmad Syauqi (Telekomunikasi Expert)
Pemanfaatan satelit Satria-1 sebagai solusi darurat menunjukkan kemajuan teknologi komunikasi nasional yang patut diapresiasi, karena mampu menjangkau wilayah terpencil dan terdampak bencana dengan cepat.

