TLDR
Kapal selam AS yang dapat membawa senjata nuklir mungkin dapat berkunjung ke Australia tanpa pengumuman resmi. Pernyataan sebelumnya dari pemerintah Australia tentang kapal selam bersenjata konvensional kini dipertanyakan. Perjanjian AUKUS memunculkan kekhawatiran tentang komitmen Australia terhadap nonproliferasi nuklir. Australia akan mulai menerima kunjungan kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia dari Amerika Serikat pada tahun 2027. Meski kapal ini mampu membawa senjata nuklir, pemerintah Australia menyatakan tidak mengetahui apakah kapal tersebut membawa senjata nuklir saat berlabuh di pelabuhan mereka. Hal ini memicu perdebatan luas terkait keamanan dan komitmen nonproliferasi nuklir di Australia.Hukum Australia melarang keberadaan senjata nuklir di wilayahnya. Namun, pejabat pertahanan mengatakan kebijakan AS yang tidak mengonfirmasi atau menolak keberadaan senjata nuklir mereka membuat kunjungan kapal selam nuklir AS diperbolehkan. Kebijakan 'strategic ambiguity' ini juga berlaku pada pesawat B-52 AS yang sesekali mendarat di Australia.Kebijakan ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya oleh Menlu Penny Wong yang mengatakan hanya kapal selam konvensional yang akan berkunjung. Selain itu, pengembangan rudal nuklir baru SLCM-N yang dirancang untuk kapal selam tersebut menambah kekhawatiran tentang kemungkinan pembawaan senjata nuklir ke Australia di masa depan.Australia adalah penandatangan Perjanjian Rarotonga yang melarang penyimpanan senjata nuklir di wilayah Pasifik, tapi penandatangan berpendapat kunjungan kapal selam bertenaga nuklir tidak dilarang oleh perjanjian ini. Hal ini membuat aktivis anti nuklir dan politisi oposisi mendesak Australia agar menandatangani Perjanjian Larangan Senjata Nuklir PBB sebagai langkah tegas melawan risiko nuklir.Kebijakan yang kurang transparan ini menciptakan ketidakpastian dan potensi risiko dalam hubungan pertahanan Australia-AS. Debat akan terus berlanjut di tingkat politik dan publik mengenai masa depan keamanan nasional, serta batasan penggunaan kapal selam nuklir di wilayah Australia.