AI summary
Australia telah berhasil mempercepat pengembangan drone otonom dibandingkan AS. Kolaborasi antara pemerintah dan industri swasta dapat mempercepat program pertahanan. Ghost Shark dirancang untuk beradaptasi dengan ancaman masa depan melalui pengembangan payload baru. Australia telah menandatangani kontrak senilai 1,100,000,000 dolar AS untuk mengembangkan dan menyebarkan drone bawah laut ekstra besar bernama Ghost Shark XL-AUV. Proyek ini dilakukan dengan dukungan perusahaan pertahanan Anduril dan akan berjalan selama lima tahun dengan rencana pengiriman pertama pada Januari 2026.Ghost Shark dirancang untuk tugas pengintaian, pengawasan, operasi serangan, dan patroli pertahanan pantai. Drone ini menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dan dibekali kemampuan kecerdasan buatan agar bisa bertahan lama dan tetap tersembunyi selama misi-misi penting di laut.Drone ini fleksibel karena bisa diluncurkan dari pantai, kapal perang, dan bahkan dengan pesawat besar seperti C-17. Berbagai uji coba seperti partisipasi dalam latihan Rim of the Pacific telah sukses menguji kemampuan mobilitas dan operasi drone ini.Keberhasilan Australia kontras dengan kondisi Amerika Serikat yang telah menghabiskan biaya sangat besar dalam hampir sepuluh tahun namun belum berhasil menyelesaikan proyek drone serupa milik Boeing yaitu Orca XLUUV yang masih tertunda.Ghost Shark juga dirancang agar bisa mengintegrasikan berbagai payload dan senjata baru sesuai kebutuhan yang terus berkembang, menjadikannya platform pertahanan yang sangat adaptif dan canggih untuk masa depan.
Keberhasilan Australia menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintahan dan industri swasta, dengan pembagian risiko dan investasi yang seimbang, bisa mempercepat inovasi militer penting. Sebaliknya, kegagalan proyek AS menandakan perlunya reformasi dalam manajemen proyek pertahanan guna menghindari pemborosan dan keterlambatan yang merugikan keamanan nasional.