AI summary
Bendungan hidroelektrik dapat mempengaruhi rotasi Bumi. Perubahan distribusi massa akibat gempa dapat mengakibatkan perubahan waktu hari. NASA melakukan penelitian penting tentang dampak geofisika dari bendungan raksasa. NASA melakukan penelitian penting pada tahun 2025 yang mengungkap bagaimana peristiwa alam seperti gempa bumi dan tsunami besar di Samudra Hindia pada tahun 2004 dapat memengaruhi rotasi Bumi. Peristiwa tersebut menyebabkan hari di Bumi menjadi sedikit lebih singkat hingga 2,68 mikrodetik.Penelitian mengarah kepada pemahaman bahwa perubahan besar dalam distribusi massa di seluruh planet, termasuk air dan batuan, dapat mempengaruhi momen inersia, yang adalah ukuran seberapa sulit sebuah objek untuk diputar pada porosnya.Setelah studi tersebut, NASA menemukan bahwa pergeseran massa air dalam jumlah besar di bendungan hidroelektrik raksasa di China juga dapat memiliki efek serupa, walaupun pengaruhnya jauh lebih kecil daripada gempa bumi besar.Bendungan Tiga Ngarai di Provinsi Hubei, yang mengalirkan air dari tiga ngarai utama, menyimpan sekitar 40 kilometer kubik air. Perubahan posisi air di bendungan ini dapat menambah panjang hari sebanyak 0,06 mikrodetik dan menggeser posisi kutub Bumi sekitar 2 cm.Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa aktivitas manusia dalam skala besar seperti pembangunan bendungan raksasa juga bisa berkontribusi pada perubahan fisika planet, menandai hubungan baru antara pembangunan infrastruktur dan sistem geofisika Bumi.
Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya sistem Bumi terhadap perubahan massa besar, termasuk yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembangunan bendungan besar. Walaupun dampaknya sangat kecil, hal ini menandai perlunya studi lebih lanjut untuk memahami dan mengantisipasi pengaruh global dari aktivitas insani pada aspek geosfer dan rotasi planet.