Kehilangan Habitat, Orang Utan Tapanuli Terancam Punah Drastis di Sumatra
Sains
Iklim dan Lingkungan
30 Nov 2025
224 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Habitat orangutan Tapanuli terus menyusut, mengancam kelangsungan hidup spesies ini.
Meskipun telah diakui sebagai spesies terpisah, upaya konservasi yang diperlukan belum memadai.
Ancaman utama bagi orangutan Tapanuli termasuk deforestasi dan proyek pembangunan yang merusak habitat mereka.
Orang utan Tapanuli adalah jenis orang utan yang baru diakui sebagai spesies tersendiri pada tahun 2017. Mereka tinggal di sebuah wilayah kecil bernama Batang Toru di Sumatra Utara. Namun sayangnya, habitat mereka kian menyusut dan jumlahnya sangat sedikit tinggal sekitar 800 ekor.
Data menunjukkan bahwa antara tahun 1985 hingga 2007, habitat orang utan Tapanuli berkurang sekitar 60 persen. Penyusutan ini terutama disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kebun, pembangunan industri, dan proyek pembangunan bendungan serta pertambangan emas di kawasan tersebut.
Jenis orang utan ini dikategorikan oleh IUCN sebagai 'Critically Endangered' atau sangat terancam punah. Hal ini karena ancaman seperti deforestasi ilegal, perburuan, dan perdagangan bayi orang utan yang masih terus berlangsung tanpa banyak perubahan sejak spesies ini ditemukan.
Meskipun habitat utamanya di Batang Toru semakin kecil, baru-baru ini ilmuwan menemukan orang utan Tapanuli di hutan rawa yang terletak 32 kilometer dari wilayah utama mereka. Hal ini menunjukkan bahwa area hidup mereka mungkin lebih luas, meski masih sangat rentan.
Jika upaya konservasi tidak ditingkatkan secara drastis, IUCN memperkirakan jumlah orang utan Tapanuli bisa turun 83 persen dalam jangka tiga generasi. Maka dari itu, penting sekali bagi semua pihak untuk segera bertindak agar spesies yang sangat langka ini tetap bisa bertahan hidup di alam liar.
Analisis Ahli
Amanda Hurowitz
Spesies baru ini menghadapi ancaman yang sama seperti sebelumnya dan belum ada perubahan signifikan dalam konservasinya sejak 2017, menunjukkan perlunya tindakan global yang lebih agresif.
